Boneka India

Kepala Biro Pusat Statistik, Rusman Heriawan menyatakan, ekspor Indonesia masih didominasi oleh sumber daya komoditas dan mineral. “Penjualan batu bara dan minyak kepala sawit masih memimpin pasar ekspor Indonesia,” katanya, Jumat (28/1).

Namun produk lainnya yang sudah menjadi langganan ekspor sejak lama seperti tekstil dan karet tetap menjanjikan. “Barang-barang elektronik juga cukup baik nilai ekspornya,” tuturnya. Menurut Rusman, kondisi ini berdampak bagus pada perekonomian Indonesia.

Distrik Kepongahan

Jakarta memang sudah dipegang dan berada pada ahlinya. Pertanyaannya adalah ahli dalam bidang apa, dan kemana arah keahlian itu, apakah demi masyarakat banyak, kebutuhan semua, memuaskan semua ataukah hanya ahli dalam memberikan plester, gali lobang tutup lobang atas nama proyek dan keuntungan semata. Saya sendiri hanyalah ahli dalam bukan bidang apapun.

Permen Pahit

Tidak habis pikir memang dengan segala penyalahgunaan fasilitas dan berbagai kemudahan yang ada. Semisal wahana internet yang memang pada awalnya penuh dengan kebebasan, dengan segala niat baiknya tentunya. Kemudian dalam perkembangannya setiap orang bisa untuk mengakses dengan mudah untuk kemudian terjadilah hal-hal yang seprti biasa dilakukan di dunia nyata. Kadang perbedaan itu memang tipis dan lama kelamaan terasa menyatu dengan kehidupan sehari-hari, hingga status-status online kadang mencerminkan perasaan sehari-hari yang otomatis menjadi konten multimedia.

sadumuk bathuk sanyari bumi

Negeri Begajul semakin saja terpuruk, negeri yang pernah berjejuluk gemah ripah loh jinawi tersebut, semakin saja menangis sedih, sedih dan seterusnya selalu saja sedih. Bukan lantaran salah pilih, namun memang semuanya sudah dikondisikan, diarahkan dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuatu yang sangat penting dapat digantikan dengan lembaran-lembaran rupiah, yang meskipun tidak bisa untuk menggauli kehidupan namun untuk menuju kegelapan yang semakin saja pintu gerbangnya terbuka dengan hingar bingar kekerasan, bencana, penat dan sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami.

bangkitnya kegelapan

Kebangkitan Nasional yang selama ini didefinisikan adalah munculnya rasa nasionalisme pada bangsa ini, diyakini adalah efek dari politik etis hasil perjuangan Multatuli, kemudian muncullah para pejuang seperti Sutomo, Gunawan, Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, H.O.S Tjokroaminoto, Haji Samanhudi dan banyak lain sebagainya.

menunggu anarkhi

“Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin memusnahkan negara --pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang sampai sekarang selalu memperbudak, mengeksploitasi dan menghancurkan mereka”. Mikhail Bakunin, saat kongres ‘Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan’ di Bern (1868).

bisik

Goblok, pekok, bodoh, pikun, gak sensi, gak punya rasa, tolol, idiot, kemproh, pengkhianat, tukang ngracun, pendosa, tukang produksi dosa, lemot, lambreta, ra kalap, kenthir, edan, miring, sinting, anti sosial, egois, ndak punya perasaan, marah, misuh, mau bunuh diri, mau mati, mau bunuh orang, mau bakar rumah tetangga, gak punya malu, malu-malu-maluin, pecas ndahe, ra mudengan, mlarat, miskin, kesrakat, amoral, campuraduk gak bisa ngapa-ngapain lagi, untunglah nggak jadi mentri ato presiden.

Berlangganan Negeri Begajul