Resolusi 2022

Menuju tahun 2022, biasanya tahun baru disambut dengan berbagai harapan dan keinginan yang ingin dicapai. Laksana lembaran putih, tahun depan kita boleh membayangkan apa saja. Meskipun ganti tahun, ganti kalender, tak ada ubahnya dengan hari ini. Mungkin bagi para pemilik anggaran dan uang berbeda, karena mereka memiliki daftar perencanaan untuk menghabiskan dan menggunakan uang yang dikuasakan kepadanya. Begitulah kira-kira anggapan tentang resolusi tahun 2022.

Planning, Goal, Progress, merupakan hal yang berkecamuk di pikiran para pemilik atau pimpinan perusahaan, para kepala daerah hingga kepala desa, kepala rumah tangga hingga kepala sendiri. Yah... kita mengikuti arus dari tahun ke tahun, meski tahu betapa sulitnya membuat resolusi yang nyata. Sebagai hiburan dan latihan tentu cukup bagus, sebab menempa harapan, impian dan tujuan yang akan diperjuangkan.

Berjuang tentu saja. Hidup penuh dengan perjuangan dan perubahan, setiap tarikan nafas adalah perjuangan hidup. Bagaimana cara mencari sesuap nasi, sebatang rokok, bahan bakar kendaraan, memperbaiki rumah, membeli rumah baru, menabung untuk piknik, berwisata... semua perlu perjuangan, bekerja keras mencapat tujuan.

Pandemi COVID-19 masih menghantui. Ketidakpastian ekonomi membayang di depan mata. Hambatan dan rasa takut menghadapi krisis kesehatan menjadi tembok penghalang. Sudah berapa jumlah rekan-rekan kita yang kesusahan ekonomi, belum menemukan jalan hidup yang nyaman. Ah ... mungkin sudah hal biasa, toh mencari uang dan penghidupan sejak jaman purba juga sudah sulit dan menyeramkan.

Sebagai catatan dan hasil yang dicapai bersama karena kesulitan ini adalah banyaknya pekerjaan baru, sebab harus kreatif dan bergerak mencari sesuap nasi. Tahukah anda bahwa catatan ini adalah hal positif dimana pengangguran menurun. Semua orang bekerja keras, sekeras-kerasnya meski dengan hasil yang perlu dipertanyakan.

Kehati-hatian menjadi ujung tombak perjuangan untuk tahun depan dan kehidupan seterusnya. Bagaimanapun kesehatan adalah harta karun dan aset kekayaan yang harus selalu dijaga. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun menerbitkan SE Menparekraf Nomor SE/2/M-K/2021 tentan Aktivitas Usaha dan Destinasi Pariwisata saat Nataru.

SE Menparekraf Nomor SE/2/M-K/2021 tentan Aktivitas Usaha dan Destinasi Pariwisata saat Nataru ini merupakan kelanjutan dari Imnendagri Nomor 62 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 saat Nataru. Terbit apda tanggal 22 November 2021 yang diberlakukan mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga tanggal 2 Januari 2022.

Seluruh tempat usaha/destinasi wisata dilarang menyelenggarakan acara perayaan tahun baru baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan atau di area terbuka. Hal ini termasuk arak-arakan, pesta petasan dan kembang api.

Restoran dan rumah makan, bar dan sejenisnya baik bertenpat sendiri hingga daerah terpencil maupun di dalam hotel atau pusat belanja maksimal hanya menampung 50% demi protokol kesehatan. Yang bukanya hanya malam hari, maksimal jumlah pengunjung 25% dari kapasitas yang ada. Kecuali yang melakukan atau hanya pesan antar saja, dapat beroperasi 24 Jam.

Aplikasi Peduli Lindungi wajib digunakan sebagai filter dan ijin masuk, sebab aplikasi ini menyimpan informasi tentang vaksinasi dan tes covid-19. Banyak tanggapan masyarakat dengan hal ini seperti artinya warga harus membeli Smartphone untuk dapat menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, dan berbagai hal lain. Meski masyarakat pun bisa mendatangi tempat-tempat aman lainnya yang tak harus menggunakan aplikasi ini.

Varian of Concern Omicron, hadir di paruh tahun. Banyak perkiraan tentang hal ini, protokol kesehatan merupakan tamengnya. Dan tentu saja vaksin yang menggunakan virus utuh diuji kejayaannya menghadapi varian-varian baru nantinya. Ilmu pengetahuan sedang diuji coba. Saatnya belajar.

Protokol kesehatan apakah sudah kau masukkan dalam resolusi tahun 2022? Tentu saja lur... ini hal penting, daripada ada gelombang 3 COVID-19, pencegahan tentu lebih baik. Masih ingat PPKM Darurat kan? Pahit sodara-sodara. Omicron pun kabarnya menyerang anak-anak kecil, pastikan harta mungil kita selalu sehat dan divaksin.

Bukan penganut menyusun resolusi tahun baru. Namun buka mata, telinga, hati, pikiran dan selalu mencoba berpikir jernih masih menjadi andalan. Sulit menyusun resolusi masa depan dalam kondisi ketidakpastian seperti saat ini. Resolusi yang paling bisa dicapai hanyalah menjaga kesehatan bersama keluarga, mencari kesempatan dan oportuniti perluasan ladang pencarian nafkah, menjaga kewarasan tidak terombang-ambing sana sini. Fokus pada apa yang dihadapi, selesaikan secepat, serapih dan setepat mungkin. Tidak terlalu presisi yang penting selamat melewati pandemi menyongsong kemungkinan-kemungkinan dan kejutan-kejutan baru.

Demikian, betapa tidak pentingnya.