naik turun

Tersebutlah sebuah negeri yang sedang tak henti-hentinya jatuh bangun. Jatuh dan bangun bukanlah konotasi kata negatif. Kata-kata yang memiliki makna dinamis dan tidak membosankan. Taruhlah adanya perubahan harga komoditas tertentu. Perubahan harga tiket untuk bertransportasi yang dipengaruhi karena naik turunnya harga minyak. Atau harga saham yang terlihat seperti permainan.

Di balik sebuah peristiwa dapat diraba ada apa dibaliknya. Siapa yang memainkan atau menginginkan hal tersebut terjadi. Bisa juga ditelaah dengan siapa sih yang mendapat keuntungan dari sebuah peristiwa. Ataukah siapa yang akan menjadi korban dari sebuah kejadian yang melibatkan pihak atau orang banyak.

Ada menang ada kalah. Karena barang yang diperebutkan ada dalam sebuah semesta maka ketika ada yang menang di lain pihak ada yang kalah, atau jika ada yang mereguk untung maka keuntungan itu didapatkan dari kerugian pihak lain. Perebutan kepemilikan 'keuntungan' tersebut akan mentriger pihak lain untuk melepaskan 'keuntungan' yang artinya adalah 'kerugian'.

Apabila melibatkan lebih dari dua pihak, maka pihak ketiga dan seterusnya yang dapat mereguk keuntungan bisa melakukan pesta karena keuntungannya bisa jadi adalah akumulasi kerugian dari pihak-pihak lain. Atau rejeki nomplok ketika pihak-pihak yang merugi karena perbuatannya, melepaskan hal lain yang menjadi keuntungan pihak tertentu yang justru tidak melakukan apa-apa. Dan bisa juga hal sedemikian tersebut dirancang dengan kecerdasan tertentu.

Adakalanya kita tersadar dalam berbagai perjalanan baik bisnis maupun ketika memang hanya jalan-jalan. Mendapati nama-nama perusahaan penggarap pembangunan kok hanya itu-itu saja. Bukan perusahaan milik negara namun namanya selalu bercokol dan sampai bosan kita melihatnya.

Company tersebut bisa jadi tidak hanya sendirian. Namun memiliki jejaring kekuasaan dan sudah membangun anak-anak perusahaan yang sama sekali tidak kita kenal, berbeda nama maupun bidang garapan spesialisasinya.

Dalam era akuntabilitas dan demokrasi memang akan ketahuan siapa oligarkhi atau siapa berbuat apa. Apa betul?. Tidak seratus persen begitu karena apapun dalam kontrak subkontrak, apalagi dalam bisnis tertutup yang sangat jarang kita bisa menghirup aromanya. Apalgi jika memang pekerjaannya tidak dilakukan. Akan semakin sulit bagi masyarakat untuk tahu apa yang sedang terjadi.