Synaptics

Tipuan bisa jadi berdekatan dengan kata 'Typhoon', namun sebagaimana kita pahami bersama, jelas arti dan maksudnya sangat berbeda, yang satu maksudnya trik satunya lagi adalah angin topan, atau taufan atau apalah terserah. Tipuan-tipuan ada di depan mata, menjemput tipuan tentu saja tidak pernah kita sadari. Sebab, jika tahu, sudah jauh-jauh hari kita menghindarinya.

Apakah dunia virtual adalah dunia tipu. Tidak bisa dengan mudah didefinisikan demikian. Bisa jadi nyata, rekayasa atau tempat lain melarikan diri dari kesuraman. Seperti metaverse yang baru digembar-gemborkan, apakah itu tipuan atau bentuk lain. Namun jika dirasakan lebih dalam adalah dunia yang diciptakan dengan harapan-harapan baru, entah nyata atau tidak. Harapan baru adalah komoditas. Selalu laris dan ada saja yang membeli bahkan memborongnya.

Harapan baru dan tipuan kadang sangat berdekatan. Perlu berpikir sejenak untuk memahaminya. Seperti kebutuhan, keperluan, keinginan dan ke ke lainnya yang beranjangsana di otak dan hati tanpa ketuk pintu.

Tipuan dan harapan adakalanya jelmaan dari barang dagangan. Dengan nuansa bisnis yang dikemas sangat indah. Mengharubirukan khalayak untuk membeli barang dengan implikasi prestis layaknya mahluk sosial yang bermedia dalam sebuah ruang kontestasi kelas sosial.

Menjemput tipuan adalah aktivitas dengan berbagai kedok. Layaknya harga barang pokok yang lebih murah daripada barang tidak pokok atau tidak penting. Dunia seperti terbalik yang paling penting harganya murah, yang tidak penting harganya mahal.

Semakin tidak penting harganya akan sangat tinggi. Mengapa? karena barang kebutuhan pokok hanya memuaskan dalam hitungan jam kemudian harus dipenuhi lagi.

Sementara barang tidak penting akan sangat awet, bahkan kita tidak perlu memakannya, memproses dalam perut untuk kemudian menjadi energi, membuat otak bisa berpikir, hati bisa merasakan dan tentu saja menginginkan barang bukan pokok lainnya. Demi kepuasan.

Kepuasan memang hal paling penting, ada istilah 'yang penting puas', jadi kepuasan memang sangat penting dalam kehidupan. Sementara kepuasan tidak memiliki batas-batas yang jelas. Setiap orang memiliki ambang kepuasan yang berbeda, dan selalu meningkat rasa ingin puasnya.

Kepuasan juga memiliki lini bisnis. Bisnis kepuasan dengan layanan memuaskan para kustomernya. Bisnis inipun juga mendatangkan banyak sekali keuntungan. Selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman, teknologi, sosial, budaya sampai ke politik.

Politik pun harus dapat memuaskan banyak pihak. Jika dalam politik anda tidak dipuaskan mungkin anda bukan termasuk dalam istilah 'banyak pihak' tersebut, karena memang bukan untuk 'semua pihak'.

Jadi akan ada yang merasa tertipu, tidak terpuaskan, sementara lainnya akan sangat terpuaskan, karena semua keperluan dan harapannya terpenuhi.

Harapan menyinari spirit. Selalu akan ditumbuhkan, dihadirkan, dipaerbaharui, bahkan mungkin diciptakan. Untuk selalu menumbuhkan spirit baru, spirit yang lebih baik. Apa jadinya jika kita tak lagi memiliki harapan?

Semua orang berlomba-lomba menjeput harapan, harapan baru bahkan menciptakannya. Baik untuk hal yang realistis maupun imajiner. Semua memiliki dasar pemikiran, metode dan tujuan besar. Jadi memang tidak ada alasan untuk kehabisan harapan, karena kita pun saat berdialog dengan diri kita sendiri akan memunculkan harapan-harapan baru tersebut, tentu saja untuk membuat hati kita senang.