mawar biru

Hidup terbaik. Kita semua pernah membayangkan sampai akhirnya imajinasi tersebut harus diraih dengan menjadikannya harapan dan tujuan melaksanakan hidup. Kehidupan terbaik ada pada keinginan milyaran otak manusia hidup saat ini. Berbeda-beda bahkan ada milyaran jenis.

Apakah benar hidup yang diinginkan ada berbagai model, namun ketersediaannya terbatas seperti halnya kuliner. Hasrat dan cita rasa apalagi dahaga memiliki beragam latar belakang namun yang tersedia terbatas. Ada yang mengatakan rawon adalah jenis masakan yang sangat enak, ada yang mengatakan rendang adalah makanan terbaik dan terenak, bahkan mungin sayur genjer adalah makanan terbaik dan paling enak. Tidak terbayangkan bahwa sayuran dari daun kelor memiliki manfaat yang sedemikian rupa. Juga sayur terancam merupakan menu yang super menyegarkan.

Hidup terbaik atau hidup terbalik bisa jadi fenomena yang berbeda. Apakah pernah merasakah bahwa kehidupan terbaik adalah menjadi orang miskin?. Orang yang hidupnya terlunta-lunta, tidak memiliki apa-apa dalam arti yang sebenarnya. Makan menunggu rejeki yang diulurkan dan harus berdoa dalam untuk mendatangkannya. Sebuah hidup yang sangat terukur, terbatasi berbagai keadaan, tidak ada kebebasan secara finansial atau apapun. Ke mana-mana berjalan kaki atau alat transportasi seadaanya. Bagaimana cara memaknai dan mengambil hikmah? jelas memerlukan tingkat intelejensia tertentu.

Secara keperluan dan kebutuhan mendasar cukup terpenuhi dan tidak berlebihan, hanya cukup bahkan kadang kurang. Namun memiliki rasa syukur yang tinggi dan pikiran yang selalu jernih memandang apa yang ada dihadapannya. Kategori hidup penuh misteri ini cukup membahagiakan ketika pelakunya dapat menerima serta selalu nampak tidak berkeberatan dengan keadaannya.

Berangkat dari hal ini dapat dipahami bahwa hidup terbaik adalah penerimaan. Menerima keadaan dan bagaimana mensikapinya. Ada pepatah di Jawa "Narimo ing Pandum", yang bisa diartikan secara bebas "Berterimakasih atas Jatah" namun bisa juga diartikan lain yang lebih dalam atau menurut pendapat para pembaca. Menerima segala keadaan yang artinya keadaan yang terjadi adalah apa yang diinginkan oleh takdir dari yang Kuasa. Meskipun sudah berusaha keras semampu kekuatan modal dan kepintaran namun apa hasil yang didapat adalah buah dari semua usahanya. Akan ada yang terasa pahit, getir atupun manis. Sportif menerima hasil merupakan hal dasar untuk merasakan kehidupan terbaik. Karena tidak semua orang juga memiliki pencapaian yang didapatkannya.

Simpel ketika dikatakan maupun dituliksan, namun perjalanan pencapaiannya adalah perang dengan nyawa dan harta taruhannya, selain harga diri. Dalam benak pikir kadang beranggapan hidup terbaik itu berjenjang, memiliki hirarki dan tingkatan. Puncak terbaik saat ini mungkin berada jauh lebih rendah dengan masa depan atau bisa juga dengan masa lalu. Naik turun, begitulah kedinamisan perjalanan, bisa dinikmati apabila meluangkan waktu sejenak memandang capaian demi capaian setiap saat atau mungkin setiap tahun. Semua bebas memandang dan menggunakan rentang waktu yang diinginkan.

Saat pandemi merajalela, memiliki tubuh yang sehat, selamat dari paparan virus merupakan hal terbaik yang bisa dicapai. Menolong orang lain, tetangga, tetangga yang sakit, menghibur teman-teman dekan adalah warna-warna indah yang bisa ditorehkan untuk menghiasi kehidupan. Bermanfaat bagi sesama, lingkungan dan masyarakat merupakan ajakan untuk merasakan hidup terbaik kita. Apakah anda menginginkannya?.

Hidup, kehidupan memang sudah diseting sangat indah. Tinggal bagaimana memahami yang indah seperti apa, dan bagaimana menjadi semakin indah. Hidup terbaik memang bukan bualan.