tahun baruan 2022 di Jogja

Tahun baru di Jogja? Pada saat pandemi COVID-19 dan berlakunya Inmendagri tentang Nataru yang berisi pembatasan-pembatasan keramaian. Pun Pemerintah DIY, yang disampaikan sendiri oleh Sultan HB IX bahwa akan menutup semua alun-alun, larangan arak-arakan hingga pesta kembang api. Lantas apa sebaiknya untuk merayakan tahun baru 2022 di Jogja, Daerah yang Istimewa ini.

Bagi warga Jogja sendiri tentu menyaksikan ramainya perayaan tahun baru adalah bukan hal yang aneh lagi. Jalanan sejak pertengahan Desember sudah berubah menjadi ramai, apalagi saat mendekati Nataru. Sudah dapat dipastikan sangat padat dipenuhi para pengunjung dan pecinta Jogja yang datang dari jauh.

Pelarangan-pelarangan di saat Nataru yang dibatalkan dulu pun dapat dilogika sebagai keberhasilan masyarakat dalam menghadapi pandemi. Cakupan vaksinasi yang bagus serta kurva kasus yang tidak menunjukkan lonjakan. Cukup menjadi alasan untuk sekedar melonggarkan kegiatan masyarakat untuk beraktivitas ekonomi dan wisata.

Perlu kita ketahui bersama bahwa saat akhir tahun, menuju tahun Baru 2022 ini. Seperti pada waktu lalu, adalah masa-masa dimana para pegiat dan pebisnis wisata panen. Mereka mendapatkan rejeki akhir tahun yang bisa untuk operasional hingga tahun berikutnya. Apabila dihilangkan, merupakan bencana dan ancaman ekonomi yang cukup serius.

Jadi memang ada harapan dan kesempatan untuk bergembira dan meraup keuntungan bisnis akhir tahun. Protokol kesehatan dan aplikasi Peduli Lindungi menjadi ujung tombak milik negara untuk memiliki harapan tidak adanya lonjakan kasus COVID-19. Terutama varian Omicron, dan ada lagi ancaman varian baru yaitu Delmicron. Kedewasaan masyarakat dan pelaku bisnis menjadi garansinya.

Seperti kita ketahui bersama dahulu virus Corona ini memiliki daya tular yang hebat di tempat tertutup, atau di dalam ruangan. Namun perayaan tahun baru ada juga yang berada di luar ruangan. Di tempat terbuka. Pertemanan dan saling mengawasi kesehatan antar teman dan warga perlu menjadi acuan ketika berada di sebuah lokasi. Jangan sampai ketika merayakan tahun baru berdesak-desakan dengan orang yang tak dikenal. Selain berbahaya dalam keamanan diri, ancaman virus dapat menjadi perhitungan utama. Karena berdesak-desakan sendiri sudah melampau atau melanggar protokol kesehatan.

Banyak sekali desa-desa wisata di Jogja yang bisa dikunjungi, selain ada satgas COVID setempat, tentunya desa memiliki kebijakan sendiri untuk menjaga warganya tetap sehat.

Tempat wisata masih menjadi andalan untuk bisa dikunjungi. Perhatikan dengan serius adanya barcode Peduli Lindungi. Hal ini bisa menjadi acuan bahwa tempat tersebut sadar protokol kesehatan dan patuh kepada kebijakan negara.

Jadi sepanjang anda melakukan aktivitas beserta teman-teman yang dikenal, keluarga, handai taulan yang kita ketahui riwayat kesehatannya. Maka keamanan terhadap ancaman pandemi dapat kita pegang. Hal dan prinsip-prinsi di atas dapat kita terapkan di manapun, bahkan selain di Jogja.

Selamat berlibur dan merayakan tahun baru 2022 di Jogja.