minum kepercayaan

semakin banyak seseorang mengetahui akan semakin banyak pula pertanyaan yang ingin dijawab. ada yang memilih untuk mencari dengan berbekal metodologi, namun ada pula yang lebih bersandar pada cerita dan kepercayaan. sungguh sebuah persimpangan yang sulit, meski sudah dibekali dengan logika. namun perulangan informasi dapat membuat seseorang bisa sangat percaya melebihi apapun. atau hal-hal yang berada di luar nalar dan logika, karena tidak bisa dihitung dengan matematika.

meminum kebenaran

Peradaban selalu terasa aneh. Bayangkan saat ini ada gerakan masyarakat anti hoax, sementara tidak ada gerakan hoax. Ada gerakan anti korupsi namun tidak ada gerakan korupsi. Ada gerakan membela agama, sementara tidak ada gerakan merusak agama. Keropos, memang besi yang sudah tua akan mengeropos dengan sendirinya, begitupun tubuh manusia, akan mengalami begitu, seperti kendaraan yang bepergian harus diisi dengan bahan bakar, pada suatu saat jika bahan bakar tidak diisi, akan habis juga dan kendaraan tidak bisa digunakan.

minum sejarah

Sejarah ataupun riwayat menjadi pengetahuan yang tak bernilai untuk mengiringi sebuah produk atau barang. Kadang juga ada yang menyebut 'track record'  ataupun 'lacak balik' tapi apapun itu sebuah cerita yang mengiringi memiliki daya pikat luar biasa. Pengetahuan untuk mengetahui sebuah produk pun menjadi hal yang tak kalah penting, bagaimana sudut pandang, perspektif maupun penekanan-penekanan pada hal tertentu yang membuatnya menjadi lebih menarik.

Minum

Segelas kopi jika minum pakai gelas, namun bisa pula segelas cangkir jika membuat kopi dan tertuang airnya ke dalam cangkir. Betul, air yang dicampur dengan kopi, bisa pula sebaliknya, kopi yang diseduh air. Dan terseduhlah kopi tersebut dengan air panas, meski saat ini ada pula cold brew, yaitu menyeduh kopi dengan air dingin, enak juga.

Menelusuri Jejak Warisan Budaya di Yogyakarta

Kota Pelajar, sebutan untuk Yogyakarta, memang bukan hanya menjadi tujuan bagi masyarakat yang hendak menimba ilmu. Tapi, Yogyakarta juga sudah menjadi tujuan wisata para pelancong dari luar daerah maupun luar negara sejak puluhan tahun silam. Maraknya destinasi wisata baru yang kekinian dan mulai tereksplor masyarakat luas, tak kunjung membuat Yogyakarta sepi kunjungan wisatawan. Salah satunya Malioboro. Siapa yang tak tahu Malioboro?

Fidel Castro dan Soekarno

Tentang Fidel Castro dan Soekarno sudah sangat banyak yang membahasnya. Apalagi kemarin FIdel Castro meninggal dunia, tentu saja banyak media yang langsung mengulas memorabilia tentang Fidel Castro baik perjuangannya, kebaikannya, persahabatannya hingga kejelekan-kejelekannya. Tentu beragam pandangan sesuai selera penulisnya jika yang anti komunis pasti menulis begini, yang pro revolusioner menulis begitu, dan sebagainya, selain berebut trafik tentu juga rebutan pengaruh atau menghibur selera pembaca yang berbeda-beda pemahamannya.

Perjalanan ke Harau

Pasa Harau 2016 adalah awal karena Pasa Harau 2016 adalah yang pertama. Karena yang pertama inilah tim Jogja pun berangkat bersama-sama untuk yang pertama, meski terbagi menjadi 2 sebab ada 3 orang yang berangkat dengan menggunakan angkutan darat dari Jogja sampai ke Harau. Memakan waktu 40 jam, cukup cepat dan sepertinya juga terasa nyaman. Mereka yang naik bus berangkat pada Rabu 7 September 2016 adalah Black, nDobleh dan Agus. Kemudian menyusul Aan kecil yang menyiapkan kendaraan untuk barang dan tim kreatif paseduluran festival di Pekanbaru.

Apresiasi sesama Difabel

Temu Inklusi 2016 yang merupakan acara 2 tahunan komunitas difabel di Indonesia. Memang acara ini diinisiasi oleh Sigab Yogyakarta, namun tentu untuk acara maupun hasilnya adalah milik seluruh komunitas difabel di Indonesia, begitu sebenarnya maksudnya. Dalam Temu Inklusi, begitu mereka menyebutnya, apa yang ada didalamnya adalah kumpulan agenda-agendan teman-teman difabel yang tidak bisa dikatakan enteng. Isu-isu yang diusung pun sangat terasa berat dan padat, bukan hanya masalah aksesibilatas, persamaan hak, kesehatan dan lain sebagainya.

bikin huru-hara di harau

Ceritanya memang belum terjadi, masih dalam rencana dan persiapan. Jadi mengapa akan ada huru-hara di Harau?. Sebelum Puasa kemaren memang perencanaan huru-hara Harau ini disiapkan, oleh beberapa orang teman yang juga akan bekerjasasama dengan ISI Padang. Jelas huru-hara model komunitas, kelas rendah dan proletar, tidak perlu biaya mahal namun menyenangkan, karena inti dari sebuah huru-hara yang kadang malah disingkat jadi hura-hura yang sebenarnya adalah singkatan dari huray-huray, bila tidak menjadi sesuatu yang hore-hore.