Minum

kopi lencoh
 

Minum

Segelas kopi jika minum pakai gelas, namun bisa pula segelas cangkir jika membuat kopi dan tertuang airnya ke dalam cangkir. Betul, air yang dicampur dengan kopi, bisa pula sebaliknya, kopi yang diseduh air. Dan terseduhlah kopi tersebut dengan air panas, meski saat ini ada pula cold brew, yaitu menyeduh kopi dengan air dingin, enak juga.

Menuliskan tentang kopi, mungkin menarik, mungkin pula tidak, meski teramat sayang jika tak ditulis karena kemampuan penyimpanan memori bisa saja tak terhingga, namun ketika dituangkan menjadi tulisan, dapat menjadi sebuah eksternal memori baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Begitulah cloud memory, meski tidak harus di "cloud" sebab bisa saja tulisannya ada di majalah, koran maupun lainnya yang bisa dicorat-coret.

Bukan hanya kopi saja, minuman memiliki beragam asal usul. Teh, Bir, Jahe anget, Jeruk dan banyak lagi memiliki cerita perjalanan yang spesial, hingga tertuang ke gelas atau cangkir dihadapan kita. Terlalu naif untuk mengetahui semuanya, dan bukan hal istimewa juga ketika ingin tahu, perjalanan bahan mimuman tersebut hingga tergolek hangat dan membasahi tenggorakan dengan rasa yang berbeda-beda. Memiliki ciri khas, perpaduan antara kandungan tanah hingga cara seduhnya.

Belum lagi lokasi menikmatinya, minuman juga dihidangkan tidak hanya dalam kesunyian, ada pula yang mengiringinya, bisa suara, angin, tembok, meja, kursi ataupun seberapa kemampuan kita menukarnya dengan pengganti peluh ketika bekerja. Bisa juga tak perlu berbayar. Taste atau rasa atau apalah menjadi pengiring minuman tersebut, atau bisa juga menjadi pemanggilnya, ketika lidah mulai rindu dengan manisnya air yang dicampur sesuatu itu.