teknologi informasi | the Suryaden

teknologi informasi

Diskusi Seluler bersama Telkomsel #disetel

Kegiatan menarik di Grapari Telkomsel Jogja pada tanggal 1 Desember 2011, dengan tag #disetel Diskusi Seluler bersama Telkomsel, bertepatan dengan hari AIDS se-dunia. Sebelumnya mengucapkan semoga ODHA dapat segera mendapatkan apa yang menjadi haknya sebagai manusia yang masih hidup dan terutama layanan persediaan obat. Bagaimana masyarakat bisa memahami apa yang dihadapi ODHA, tentang HIV, tentang AIDS, tentang penularan dan resiko serta bagaimana mereka bisa sembuh dan diterima di masyarakat. Acara ini menurut @bababdito adalah sarana untuk belajar dan brainstorming dengan para pegiat media utamanya adalah wartawan media lokal.

Facebook Privacy Settings dipersoalkan

Kebebasan berekspresi di internet memang sangat berbahaya jika tidak hati-hati. Privacy setting pada akun-akun sosial media memang bisa diatur ulang oleh pemilik media-nya. Memang bagaimanapun karena kita hanya mendompleng pada fasilitas yang diciptakan oleh orang lain atau perusahaan. Kehati-hatian dan kontrol diri ada pada diri kita sendiri. Hal penting seperti keamanan dan bagaimana kita mencantumkan data diri pribadi memang menjadi concern banyak pihak karena dengan hal itu bisa membuka banyak hal yang kadang user sendiri tidak menyadarinya.

Cakrawala dan Oase Kebebasan Berekspresi (di) Internet Indonesia

Kerap sudah diskusi mengenai kebebasan berekspresi (di) internet, teringat suatu saat yang lalu, entah mungkin sudah beberapa tahun tatkala Komunitas Blogger TPC Surabaya berulang tahun, pada malam harinya terjadilah kopdar dan adu mulut sesama blogger meski dalam bingkis suasana santai. Pembicaraan memanas ketika saya mengusulkan dan menentang pendapat dari Komunitas Blogger Bengawan untuk menolak Pasal 27 Ayat 3 UU Nomer 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik - UU ITE - yang dikomandani oleh Kyai Blontankpoer, juga arus mainstream saat itu baik dari TPC, Blogger Ngalam dan sebagainya.

Prediksi Teknologi Komunikasi 10 tahun mendatang

Sarasehan Blogger antar komunitas di Jogloabang pada 9 Juli 2011 setelah seharian berseminar tentang Peran Blogger Asean dalam Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya ASEAN – Mitra Wicara yang di host oleh Kementrian Luar Negeri RI Ditjen Kerjasama Asean. Sarasehan dimoderatori oleh Mas Gunawan Wibisono dengan menghadirkan Anindito Respati dari Telkomsel, Donny BU dari Internet Sehat dan Indriyatno Banyumurti dari Relawan TIK.

Perlakuan salah kebebasan berekspresi di internet

Milyaran jumlah manusia di dunia tentulah memiliki bermacam perilaku dan bersembunyi di balik kebebasan berekspresi (di) internet bahkan mungkin menjadi penumpang gelap atas nama kebebasan maupun hak asasi manusia. Mengapa ada gerakan islam garis keras yang suka membuat bom dan teror? Mengapa masih saja Partai Penguasa Orde Baru hidup dan memiliki orbit dalam perpolitikan di Indonesia? Mengapa ada kelompok kekerasan yang menentang HAM?. Yakinlah kebhinnekaan yang diperjuangkan atas nama Hak Asasi Manusia tersebut harus mentolerir kebebasan berkembangnya ideologi meskipun ideologi tersebut sangat mengecam dan berusaha untuk membunuh kebebasan dengan menaiki kebebasan yang selama diperjuangkan demi sikap positif dan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia secara universal.

Kebebasan berekspresi Internet

Drama kebebasan berekspresi internet di Indonesia hanya dinikmati puluhan juta diantara 200an juta warganya sebagaimana dalam film Linimas(s)a. Sisa yang lainnya masih tanda tanya jangankan menikmati koneksi layak, bahkan mungkin bertemu dengan perangkat komputer pun bagi banyak orang di pelosok desa adalah tak terbayangkan di benaknya, apalagi tentang kebebasan berekspresi di internet, sebagaimana pengalaman mengelola sebuah community technology center di Jogloabang. Namun ada sekitar 150 - 180 juta pengguna telpon selular dengan potensi penggunaan internet dan sosial media yang hanya menunggu waktu dan nasibnya.