pemilu

mari berhutang, lanjutkan

Hutang luar negeri milik negeri begajul sudah mencapai ribuan trilyun rupiah, anehnya tidak ada sedikitpun yang nyantol pada dompet-dompet kere-kere ra uwis-uwis di sepanjang kota dan di desa-desa yang bahkan tidak pernah mendengar bahwa negeri yang dicintainya ini memiliki hutang yang jika uangnya ditumpuk bisa jadi setinggi gunung semeru di jawa timur itu. Semua untuk program pemerintah katanya, ya program pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya, seperti memberi tensoplas untuk menutup luka kemiskinan dengan BLT, atau mengajak para birokrat untuk memilihnya dengan gaji ke tigabelas

Bukan sekedar golput

Terngiang ketika pemilu pertama pasca reformasi pada tahun 1999, ketika saat itu pada saat penghitungan suara yang sangat heboh, karena ketika diumumkan hasil untuk suara partai satu persatu perkartu suara, ketika pemilih memilih partai G maka akan terdengar suara umpatan dan huuu... yang panjang, tidak seperti ketika untuk dua partai yang lain yang diberi aplause oleh para penonton. Dan kejadian itu tidak hanya di kampung saya saja namun dimana-mana. Rakyat bersuka ketika mengetahui bahwa salah satu kehancuran bangsa ini adalah dari birokrat partai tersebut, namun yah... hanya sampai di situ saja, setelah itu apalah kekuatan para rakyat kecil itu.

Berlangganan RSS - pemilu