konflik

pyromania

Percuma memang memiliki kementrian yang hanya menjadi ajang untuk mengucurkan dana, namun tak memberikan karya nyata, hanya selebritas dan seremonial saja di tingkat atas. Juga kantor-kantor megah pemerintahan. Yang bukan pemerintahan juga tak kalah megahnya sebagaimana gedung-gedung wakil rakyat yang mungkin malah nggak pernah dipakai untuk rapat berembug masalah yang ada di grassroot. Gedung-gedung tersebut hanya untuk administrasi penggajian dan penyimpanan kuitansi kunjungan, tak lebih mungkin hanya arsip-arsip yang setelah di simpan tak ada yang boleh memeriksanya lagi, apalagi rakyat.

masihkah harus membunuh untuk kesekian kalinya?

Peristiwa pembunuhan massal kepada simpatisan dan yang dianggap anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 - 1966, mungkin sudah terlalu jauh untuk diingat, apalagi peristiwa pembunuhan massal pada saat setelah Syech Siti Jenar pada masa kerajaan Demak, ataupun pembunuhan massal lainnya yang selalu saja ada setiap abad di Nusantara ini, bahkan pembunuhan massal kepada para pengikut Pangeran Diponegoro pun sudah tidak ada lagi rekamannya dalam bentuk tulisan bahkan dongeng.

rejim orde wacana citra diri

Banyak bijak bestari yang mengatakan bahwa negeri begajul baru akan mendapatkan pemimpin yang ideal serta dapat memerintah dengan baik membawa rakyatnya menuju kesejahteraan yang benar-benar sejahtera adanya sekitar 10 kali pemilihan presiden lagi. Lama memang meskipun saat ini juga sebenarnya semua orang berhak mengatakan siapa pemimpin terbaiknya. Semua memang memiliki hak yang sama baik untuk memilih maupun untuk tidak memilih, tak ada keharusan dan kewajiban untuk kesusu atau berimajinasi tentang siapa pimpinan yang mumpuni atau barangkali semuanya yang baik dan ideal sudah terlalu jauh lepas, copot dari nurani hati kita yang paling dalam, atau dengan sengaja kita pernah menghapusnya sendiri, dengan ideal dan topografi otak yang sudah demikian absurdnya menghadapi kenyataan, bahkan yang sudah dijanjikan sekalipun.

Berlangganan RSS - konflik