Tak terbayangkan rahsa dalam jiwa mendengar keluhan sharing seorang kawan bahwa saat ini telah tiada lagi keindahan silaturahmi terkecuali mungkin ketika hari raya, itupun mungkin hanya ada karena keterpaksaan bahwa harus merayakannya, agar tidak dianggap sesat atau ancaman sosial lainnya. Bahwasanya sahabat tersebut memberitakan di sebagian tempat di Negeri Begajul, bahkan mungkin tidak semua insan bisa menyadarinya perubahan yang sangat halus detik-demi-detik bagi yang mau merefleksikannya dengan keadaan dan kenetralan alamiah kemanusiaannya.