ken arok

Ken Arok

Alkisah di masa lampau di negeri sejarah, berdiri kerajaan Singasari, sebelum adanya kerajaan Majapahit yang menurut biro sejarah adalah kerajaan besar dan pada perkembangannya memiliki kuasa pengaruh di Asia Tenggara, Selatan bahkan Asia Timur. Ken Arok juga menjadi saduran biro cerita dongeng Pramoedya Ananta Toer, seorang budayawan menulis yang pernah menginap di Pulau Buru di karenakan afiliasi politik yang bertentangan dengan biro kuasa orde baru pimpinan Jenderal Soeharto. Pun Ken Arok pernah menjadi nama Grup Dangdut yang mengelana di Jawa Tengah entah sampai mana, bahkan ada kelompok lain yang bernama Ken Dedes.

Merajut Akar-Akar Kebangsaan Indonesia

Judul diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa kebangsaan kita bukanlah sesuatu yang bersifat bulat dan tetap. Kita lihat umpamanya, bahwa pada abad ke-6 masehi kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan telah di datangi oleh Fahien, yang menyebarkan agama Budha di daerah Sriwijaya. Ketika kemudian Sriwijaya mengirimkan orang-orang Budha ke pulau Jawa pada abad ke-8 maka mereka mendarat di pelabuhan Pekalongan dan meneruskan perjalanan ke Selatan melalui Keras, Kajen dan sebagainya. Mereka mendaki gunung Dieng, dan mendapati kerajaan Kalingga yang beragama Hindu. Kerajaan Kalingga itu dibiarkan saja mengikuti agama Hindu, dikawasan yang sekarang bernama kabupaten Wonosobo. Orang-orang Budha itu melanjutkan perjalanan melalui Kabupaten Magelang, dan mendirikan Candi Borobudur yang beragama Budha. Sebagian dari orang-orang Sriwijaya itu melanjutkan perjalanan ke daerah Yogyakarta. Di sana mereka mendirikan kerajaan Kalingga, tapi beragama Budha.

Berlangganan RSS - ken arok