Islam

Agama dan Politik

Agama dan politik sangat berdekatan, jika tak bisa dibilang tidak terpsahkan baik secara strategi, pemikiran, anggapan atau apapun. Mengapa begitu, cara berpikir sederhananya adalah kekuasaan. Tuhan memberikan kuasa kepada Nabi untuk mengajar, nabi mengajar pada umat, umat menghormati nabi laksana raja. Maka dimanapun kekuasaan akan selalu berperang dengan agama atau nabi. Nabi menghadapi kekuasaan karena ketidakadilan, biasanya nabi menang dan para pengikutnya setelah nabi mereka wafat akan menjadi raja, baik raja besar maupun raja-raja kecil yang memiliki kuasa. Perpecahan akan dimulai dan sangat kentara setelah para nabi mereka wafat.

Republik Galau

Lebih membuat galau adalah menyatukan figur-figur cinta damai dan pluralis yang sepertinya tidak terwadahi lagi dalam satu ikatan sebagaimana yang dilakukan Abdurrahman Wahid ketika itu, mereka para pejuang kemanusiaan, anti kekerasan dan pluralisme saat ini seakan menjadi ronin yang galau tanpa tuan namun berhadapan dengan ronin-ronin Soeharto yang sudah menjelma menjadi ninja dengan persenjataan dan mental yang sudah pulih lagi. Akan menjadi apa lagi daripada menjadikan panik dan galaunya kekuasaan ditangan, hal paling mudah adalah mengadunya untuk mendapatkan benih-benih kesetiaan baru pada Putera Mahkota yang sedang disiapkan, meski masih nampak goblog dan super pekok. Wallahualam, semoga hanyalah kegalauan saya sahaja.

Tragedi Ahmadiyah Tragedi Kebhinekaan Indonesia

Dengan membawa lilin, semangat dan kecintaan kepada negara Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, para aktivis Hak Asasi Manusia dan pemerhati perdamaian kerukunan bangsa dan umat beragama di Indonesia itu berkumpul. Menyatakan rasa duka atas tragedi berdarah yang dilakukan sekelompok manusia yang sudah tidak memiliki hati dan nurani sebagaimana manusia pada normalnya kepada puluhan jamaah Ahmadiyah di dusun Peundeuy Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten yang melakukan
tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM hingga mengakibatkan tewasnya 3 orang Jamaah Ahmadiyah beserta puluhan lainnya yang luka-luka, belum lagi trauma mendalam yang akan dihadapinya hingga tutup usia nanti.

keharuman ramadhan

Genap setahun sudah kalender komariah berjalan, terpampang di depan mata hati keharuman aroma Ramadhan. Aroma yang setiap tahun akan selalu berada hingga akhir zaman. Aroma penghilang kepedihan-kepedihan hati dimana di ramadhan semuanya akan mudah untuk dihapuskan, sebuah waktu yang cukup panjang bila dipergunakan sebagaimana mesthinya untuk berefleksi dan mendekatkan diri pada sang Khalik. Semoga ramadhan kau tidak berlalu meninggalkan diri ini dalam penyesalan tidak mencumbuimu dengan mesra.

Katanya Syariah Islam

Namun setelah dipikir-pikir banyaknya jeratan dan peraturan tersebut bukan hanya untuk memerangi kejahatan namun dibalik itu ada usaha untuk mempertahankan kekuasaan, semisal dengan TAP MPRS No 25 tahun 1966, tentang pelarangan komunisme atau organisasi yang bahkan sampai sekarang mungkin masih bisa digunakan untuk menjerat seseorang. Atau perda-perda syariah yang bermunculan menambah rasa heran saja bukankah yang berhak memiliki perda itu hanyalah Nanggroe Aceh Darusalam saja, namun ternyatan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah dan UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, membuat celah untuk terjadinya hal tersebut, bisa dibayangkan animo untuk mengubah perilaku diri pribadi, dengan social enggineering yang mengarah pada partai atau agama tertentu

Berlangganan RSS - Islam