desa membangun | the Suryaden

desa membangun

Desa Berdaya, atau menang suara

Desa Berdaya, seperti apakah desa berdaya itu? Super sulit dijawab, bahkan oleh warga desa sendiri, apalagi kepala desanya yang kadang punya agenda sendiri. Pemilik agenda luar desa lainnya jelas adalah Sekretaris Desa yang seorang Pegawai Negeri Sipil, jauh untuk dikatakan dia adalah pegawai desa. Lebih lagi orang-orang pokok di Desa cenderung dinamakan sebagai 'perangkat' atau 'device' atau 'alat'. Sungguh runyam memang Desa saat ini, maunya apa, keinginannya apa, ujung-ujungnya 'duitnya mana?'.

Desa.ID, Keterbukaan Informasi dan Dokumen dari Bawah

Desa.id, domain khusus yang diperuntukkan untuk desa di Indonesia yang mau berbagi dan berani melakukan transparansi publik untuk warganya dan seluruh manusia di dunia. Domain Level Kedua Desa.ID, sedang digodog oleh PANDI, Penyedia Nama Domain Indonesia. Sebuah organisasi yang mengurusi domain .ID, yaitu domain internet khusus untuk Negara Indonesia.

Dedemit akan menghiasi Indonesia

DemIT, Desa Melek IT, akan menjadi Dedemit, Desa-Desa Melek IT, yang bagaimanapun desa akan mencapai achievment sebagai sebuah venue yang memiliki banyak hal dan keistimewaan tersendiri tergantung bagaimana desa secara mandiri mampu menggali sejarah desa, mengembangkan dan mencampurnya menjadi adonan yang indah bagi diri, penghuni maupun masyarakat luas. Mengapa DemIT harus mandiri, sebagaimana kita ketahui bahwa rangkaian birokrasi pemerintahan dalam undang-undang hanya sampai tingkat kecamatan. Sementara Desa dianggap sebagai wilayah merdeka dan istimewa, dengan kata yang tidak halus bahwa desa harus mampu menghidupi dirinya sendiri dan memberikan sumbangan apapun yang dibutuhkan oleh negara.

Nyadran 2.0 #BloggerDemit di Desa Dawuhan Banyumas

BloggerDemit, bukan sekedar istilah yang ngawur untuk melakukan Nyadran 2.0 di Desa Dawuhan Banyumas. Desa yang menyimpan raga para pemimpin Banyumas lama. Blogger Demit yang Juga Blogger nDeso adalah bagian dari Gerakan Desa Membangun yang semangatnya makin berkobar untuk menjadikan desa sebagai tumpuan dan pusat perjuangan untuk perbaikan negeri begajul. Tidak mungkin membangun negara dan wilayah dengan baik jika melupakan komponen terbawahnya yaitu Desa, Komunitas Adat dan Keluarga, serta individu yang tergarap juga dalam lingkungan sosial terkecilnya. Kemajuan Teknologi Informasi tanpa diimbangi dengan penguatan kultur hanya akan membuat masyarakat tercerabut tanpa tahu arah dan lupa pada sangkan paraning dumadi, dan tentu saja tanah tempat kelahirannya sendiri, tanah tumpah darah.

Feature Leaders

Feature Leaders, bukan Future Leaders yang menjadi program sebuah CSR dari perusahaan telko di Negeri Begajul. Future Leaders hanyalah menciptakan manusia-manusia siap pakai untuk bertempur dan berkompetisi dalam dunia global tanpa adanya holistik dengan penyiapan sebagai pemimpin bangsa atau seorang negarawan. Berbeda dengan Feature Leaders yang sangat dibutuhkan (istilah sendiri - boleh protes) Negeri Begajul, dimana diperlukan seorang pemimpin atau banyak orang yang memiliki ciri-ciri struktural yang benar dan bisa berpikir waras tentang negerinya.

Blogger nDeso Mitra Desa

Blogger nDeso bukan extraordinary blogger atau entitas tertentu yang mengatasnamakan blogger namun para pegiat jurnalisme warga yang konsen dan memang untuk berkontribusi pada portal Desa. Jadi kata nDeso merujuk pada tempat dan dimana dia menuliskan berita yaitu suara pekabaran tentang Desa untuk berita-berita update dari desanya. Blogger nDeso tidak harus memiliki domain atau blog sendiri, dia bisa saja memilikinya sendiri dan tidak salah untuk melakukannya. Apa yang dilakukannya dalam mewartakan berbagai hal tentang desa menjadi jendela atau pintu bagi setiap orang untuk mengetahui hal penting apa yang sedang terjadi di lingkungannya.

Halaman