budaya

Merajut Akar-Akar Kebangsaan Indonesia

Judul diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa kebangsaan kita bukanlah sesuatu yang bersifat bulat dan tetap. Kita lihat umpamanya, bahwa pada abad ke-6 masehi kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan telah di datangi oleh Fahien, yang menyebarkan agama Budha di daerah Sriwijaya. Ketika kemudian Sriwijaya mengirimkan orang-orang Budha ke pulau Jawa pada abad ke-8 maka mereka mendarat di pelabuhan Pekalongan dan meneruskan perjalanan ke Selatan melalui Keras, Kajen dan sebagainya. Mereka mendaki gunung Dieng, dan mendapati kerajaan Kalingga yang beragama Hindu. Kerajaan Kalingga itu dibiarkan saja mengikuti agama Hindu, dikawasan yang sekarang bernama kabupaten Wonosobo. Orang-orang Budha itu melanjutkan perjalanan melalui Kabupaten Magelang, dan mendirikan Candi Borobudur yang beragama Budha. Sebagian dari orang-orang Sriwijaya itu melanjutkan perjalanan ke daerah Yogyakarta. Di sana mereka mendirikan kerajaan Kalingga, tapi beragama Budha.

Sekat

Bangsa yang kuat ini, sebenarnya memiliki jutaan patriot, berhati bersih dan taat pada kearifan-kearifan yang berlaku lama di Nusantara ini. Mereka tumbuh bak rumput yang menghijau di padang golf atau di seantero negeri ini. Memiliki hati nurani dan keinginan yang sama untuk kesejahteraan. Secara berdikari mereka menjalani hidupnya dengan perjuangan yang tidak kenal lelah. Tidak satu butirpun tetes keburukan dalam otak dan hatinya, untuk saling menyakiti apalagi berbuat curang untuk kehidupannya, kenyamanan, keamanan adalah mimpi yang tak pernah pupus.

Berlangganan RSS - budaya