adu domba

amanat penderitaan (untuk) rakyat

Live Stream tentang iPad 2 dari Apple Macintosh memenuhi pemberitaan dan headline pada hari-hari ini, bahkan media-media ternama membuat pekabaran secara live dimana ulasan berita diupdate tiap menit pada satu postingan. Sangat menarik, seperti halnya dari belahan bumi lain ketika hari kemarahan menjadi sangat populer pada 25 Januari 2011 di Mesir. Pun berita besar kemudian mengiringi di Libya tempat dimana Colonel Muammar el-Qaddafi bertahta.

Republik Galau

Lebih membuat galau adalah menyatukan figur-figur cinta damai dan pluralis yang sepertinya tidak terwadahi lagi dalam satu ikatan sebagaimana yang dilakukan Abdurrahman Wahid ketika itu, mereka para pejuang kemanusiaan, anti kekerasan dan pluralisme saat ini seakan menjadi ronin yang galau tanpa tuan namun berhadapan dengan ronin-ronin Soeharto yang sudah menjelma menjadi ninja dengan persenjataan dan mental yang sudah pulih lagi. Akan menjadi apa lagi daripada menjadikan panik dan galaunya kekuasaan ditangan, hal paling mudah adalah mengadunya untuk mendapatkan benih-benih kesetiaan baru pada Putera Mahkota yang sedang disiapkan, meski masih nampak goblog dan super pekok. Wallahualam, semoga hanyalah kegalauan saya sahaja.

devide et impera

Siapa yang tak kenal cara berpolitik 'devide et impera', meski sudah kuno barangkali metode politik ini bukanlah metode yang dibuat-buat atau sudah sewajarnya dan siapapun bisa melakukannya dalam konsepsi terkecilpun, tiada bedanya dengan cara-cara lempar batu sembunyi tangan atau hingga ada teriakan minta tolong dengan sesumbar 'becik ketitik olo ketoro', dan akhirnya manusia pun harus berusaha sendiri untuk membedakan 'mana pasir mana suwasa'. Begitu lengkap semua yang ada tinggal mau adopsi yang mana meski ada teori baru tentang konspirasi, atau 'rayuan susno duaji' juga banyak lagi semacam 'one shoot one kill' yang dilakukan oleh gayus, banyak pelakon panggung di sana yang memiliki kecerdasan tertentu tidak untuk disharingkan namun untuk mengelabui mengakali dan apapun namanya itu adalah pengatasnamaan atas upaya mempertahankan dan membangun kehidupan di ladang yang gersang karena ulah begajulan dan tidak terhormat sehingga memunculkan kreatifitas-kreatifitas negatif yang meskipun merugikan namun banyak juga penggemarnya

rejim orde wacana citra diri

Banyak bijak bestari yang mengatakan bahwa negeri begajul baru akan mendapatkan pemimpin yang ideal serta dapat memerintah dengan baik membawa rakyatnya menuju kesejahteraan yang benar-benar sejahtera adanya sekitar 10 kali pemilihan presiden lagi. Lama memang meskipun saat ini juga sebenarnya semua orang berhak mengatakan siapa pemimpin terbaiknya. Semua memang memiliki hak yang sama baik untuk memilih maupun untuk tidak memilih, tak ada keharusan dan kewajiban untuk kesusu atau berimajinasi tentang siapa pimpinan yang mumpuni atau barangkali semuanya yang baik dan ideal sudah terlalu jauh lepas, copot dari nurani hati kita yang paling dalam, atau dengan sengaja kita pernah menghapusnya sendiri, dengan ideal dan topografi otak yang sudah demikian absurdnya menghadapi kenyataan, bahkan yang sudah dijanjikan sekalipun.

Negeri Begajul

Politikus negeri begajul itu memang sangat jenius, terutama seorang politikus yang pernah berkuasa dengan diawali sebuah masa sulit, dan dengan teganya membunuh dan membantai sekian juta jelata hingga politikus lawannya. Belum ada yang berhasil mengotak-atiknya meskipun sudah berganti rejim penguasa. Meskipun beliaunya sudah mangkat dan turun jabatan setelah didemo ribuan mahasiswa pada beberapa tahun yang lalu. Hebat dan cemerlang memang, mampu membius jutaan rakyat dan orang pintar di negeri penuh begajul itu. Namun memang nyawa bayarannya ketika berani mengatakan tidak kepada penguasa pada saat itu, bahkan yang menjadi alat negarapun bisa dengan leluasa untuk dar-der-dor seenak perut sendiri.

Berlangganan RSS - adu domba