Darwin

atheisme cemplon

Memilih agama, memilih tuhan atau memilih jalan hidup mungkin adalah hal yang secara berulang-ulang berada di benak setiap orang. Mengapa itu bisa terjadi tentunya setiap orang memiliki perbedaan dan pandangan sendiri-sendiri sesuai dengan pengalaman kehidupannya, ditambah dengan kemampuan-kemampuan yang lain baik logika maupun spiritual yang menjelma juga menjadi pengalaman dan referensi kehidupannya. Bukan tidak mungkin ketika mendengar perkataan pengkotbah pada satu ruangan sama diisi dengan 40 orang followernya tiap kepala menerima penjelasan dan ajaran yang dipersepsesikan dan diterjemahkan berbeda-beda sesuai kemampuan analisanya masing-masing. Sudah barang tentu hal ini sangat sulit diperdebatkan apalagi untuk dipersamakan satu dengan lainnya kecuali dengan metode tes-tes tertentu yang hasilnya pun masih sangat manusiawi tergantung siapa yang membuat tes tersebut.

Berlangganan RSS - Darwin