absurd

pengalihan isu

Masihkah terdengar geliat Bank Siantury yang karenanya 6 trilyunan rupiah raib tak ada bekasnya hanya tinggal gemeretak dan geliat kampanye politik lagi dengan kontes eyel-eyelan tombo ati kemarahan rakyat saat dieksposenya rapat-rapat dan diskusi mengenai raibnya lakon 6 trilyun tersebut. Sebuah ajang kampanye dan branding nama gratis dan dibayar lagi, memang ajang kontes lintas budaya dan tehnologi tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, dengan hasil yang juga hanya segitu tanpa pengaruh apapun pada kehidupan yang nyata apalagi memberikan obat mujarab ataupun shock terapi yang nyata di Negeri Begajul.

projek venus

Dunia makin tua, makin penuh sesak, penuh dengan manusia, kepentingan dan ragam lainnya yang mengarah pada kesejahteraan. Ketika dahulu bisa dilakukan cukup dengan menyedot kemanusiaan sesama kemanusiaan, meski sampai sekarang pun masih seperti itu, baik dalamhal positif yang bernama kerjasama duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Ketika semua yang serba postif mungkin tidak menghasilkan sesuatu yang lebih, maka terperaslah otak untuk mencari jalan lain. Saat hasil bumi dan cukup untuk menjajah dengan lokalitas yang tidak perlu luas masih cukup maka gerakan nasionalisme sudah cukup ampuh untuk menangkalnya. Namun ketika semuanya sudah menjadi 'stealth' atau siluman dengan warna yang bermacam-macam, maka makin sulitlah untuk membedakan, karena semuanya nampak sama, positif, menguntungkan dan demokratif.

in god we trust

Bapak pernah ngomong, "Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita." (Konferensi Pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca ledakan bom Kuningan, Jum’at 17 Juli 2009), tapi apakah hanya terorisme yang berada dibaliknya... wallahu allam....

Perempuanku

Bahwa kehidupan dan apapun yang kumiliki seluruhnya hanyalah milikmu, tiada arti diri tanpa pengakuan dan penerimaanmu. Bukan hal yang sederhana dan mudah untuk menemukan dirimu, perjalanan panjang, pahit getir kurasakan, bahkan banyak kesempatan harus terlewat demi memahami keberadaan dan sejatinya engkau. Meski belum kau tampakan dengan jelas penerimaan dan pengakuan biarlah hari demi hari dan detik selalu penuh dengan pelajaran untuk memahami apa arti antara aku dan dirimu. Bukan tuhan yang menentukan disini namun perjalanan yang akan membawa kita ke sebuah aras yang sama, dalam persepsiku entah persepsimu sebab dalam hal ini aku bukanlah apa-apa dibandingkan denganmu, hanya engkau yang bisa menilai dan memilih dan sekali lagi tuhan tidak terlibat disini.

Kekasih, binasalah kamu...

Negeri begajul diambang kebinasaan dalam arti sesungguhnya maupun dalam perspektif demokrasi, ambang tipis daripada sebuah keberlanjutan akan kemerdekaan yang sesungguhnya. Ketika pada hari itu jika saja tidak ada seorangpun yang berani dan lantang mengatakan untuk beroposisi kepada yang dipertuan agung. Semuanya akan menjadi kelu, tanpa ada riak-riak payung pembelaan kepada suara-suara kebenaran maupun amanat penderitaan rakyat.

Halaman

Berlangganan RSS - absurd