Ahmad Yulianto

calon bupati - petani sleman di jogloabang sebuah sharing

Bukan kebetulan saja hajatan ini ketika Jogloabang, Hippos dan HKTI memfasilitasi diskusi antara petani dengan 7 putra terbaik Sleman peserta Pilkada Sleman 2010, hadir 6 orang karena wakil bupati incumben sedang rapat, terbaik karena mungkin berani mencalonkan diri dalam sebuah even kontes lima tahunan Pilkada, dan misi sebenarnya adalah HKTI mencoba mencari masukan dari orang-orang pintar dan berani untuk memimpin Sleman. Hari ini berperan dengan total adalah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sleman yang dapat mengundang para kontestan tersebut dan menanggapinya dengan diskusi yang menarik dan topik yang sederhana yaitu "Mengapa sejak jaman penjajahan dahulu petani di Indonesia selalu saja miskin, bahkan hingga sampai saat ini?". "Bagaimana petani bisa seolah-olah menjadi buruh, dan mengapa hasilnya tidak banyak?". "Yakinkah program pemerintah efektif?". Lebih kurang 300an petani, peternak dan puluhan wartawan yang bisa hadir karena memang sulitnya mengumpulkan para petani yang selalu saja serius dengan lahan, tanaman, dan lain sebagainya yang selalu masih saja terasa mencekik. Dan dimasa-masa penggerakan suara dan massa seperti ini memang petani adalah sasaran empuk untuk daya dukung mendukung, oleh itulah mencoba untuk mencari seorang pemimpin yang waras haruslah segenap elemen mau terlibat dan melibatkan diri untuk membela petani maupun kemiskinan.

Kebanyakan para kontestan pilkada Sleman 2010 tersebut menjawab dengan pertanyaan kembali seperti memanfaatkan lahan maupun kembali ke jati diri perwilayah, berusaha membuat database dan perbaikan sistem, mencoba untuk mengubah pola pikir dan sebagainya yang tentunya masih sulit dicerna olah seorang petani miskin seperti saya. Bahwa Jati diri Sleman adalah air, dengan adanya selokan Mataram, dan salak jadi seorang Bugiakso tersebut lebih mendorong pada jati diri atau sumberdaya tani asli dengan dukungan regulasi dari pemerintah tentang pertanian. Jadi malah HKTI nantinya harus bisa mendorong jati diri pertanian untuk bisa dilaksanakan oleh pemerintah. Program-program harus diarahkan untuk disesuaikan dengan jatidiri dan skala prioritas.

Berlangganan RSS - Ahmad Yulianto