Mahendra

arisan tehnik Jogloabang di Wonosobo

Gerombolan Jogloabang sebagaimana gerombolan yang lainnya memiliki pola bertemu maya dan non-maya, bagi yang berdomisili jauh tentunya arisan canda tidak harus dengan meminum kopi di darat atau diatas meja yang sama, bisa dilakukan dengan bersama namun dengan meja, keyboard dan layar yang berjauhan jaraknya, tidak perlu dengan hati karena semua sudah tertaut, minimal dengan tret-tret makian yang memerahkan mata karena lelah. Sangat berbahaya ketika markas para gentayangan di Jogloabang sepi tidak berpenghuni dan tidak ada senopati yang menjaganya dengan skill-skill standar untuk bersilat di alam raya persilatan maya. Untuk itulah para punggawa sekaligus senopati kawasan harus berlatih dan saling berbagi dalam sebuah wadah offline berjejuluk "Arisan Tehnik". Tentu saja ini hanya sebuah istilah karena pada prakteknya arisan tehnik dilakukan dengan tehnik baru yaitu ala perwayangan dimana tidak harus berhadapan dengan CPU dan Layarnya namun bisa dengan sekadar arisan tehnik dalam bentuk pertanyaan dari permasalahan yang didapatkan ketika melakukan petualangan di dunia maya.

tetes air

Air selalu memberi motivasi dan nuansa dalam banyak pemikiran, bayangkan jika mungkin anda seorang perokok yang sedang bersedih hati karena kematian seorang Michael Jackson. Atau mungkin bukan seorang perokok yang sedang berpikir keras, tentunya secangkir air atau sebotol air akan menemani menerawang jauh menembus imajinasi otak, apa jadinya ketika tidak ada air dalam ruangan itu, pastilah harus mendapatkannya hingga seperti Kashmir yang menjadi rebutan gara-gara air juga. Bahkan dalam banyak versi surga diibaratkan dengan limpahan keindahan dan sungai-sungai yang mengalir jernih. Air menjadi tujuan hidup, sarana kehidupan, bahkan sumber kehidupan, dimana ada kehidupan pastilah disitu ada air sebagai awal kehidupan, hampir bisa dipastikan.

Berlangganan RSS - Mahendra