anarkhisme

Tragedi Ahmadiyah Tragedi Kebhinekaan Indonesia

Dengan membawa lilin, semangat dan kecintaan kepada negara Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika, para aktivis Hak Asasi Manusia dan pemerhati perdamaian kerukunan bangsa dan umat beragama di Indonesia itu berkumpul. Menyatakan rasa duka atas tragedi berdarah yang dilakukan sekelompok manusia yang sudah tidak memiliki hati dan nurani sebagaimana manusia pada normalnya kepada puluhan jamaah Ahmadiyah di dusun Peundeuy Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten yang melakukan
tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM hingga mengakibatkan tewasnya 3 orang Jamaah Ahmadiyah beserta puluhan lainnya yang luka-luka, belum lagi trauma mendalam yang akan dihadapinya hingga tutup usia nanti.

menunggu anarkhi

“Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin memusnahkan negara --pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang sampai sekarang selalu memperbudak,
mengeksploitasi dan menghancurkan mereka”.
Mikhail Bakunin, saat kongres ‘Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan’ di Bern (1868).

Entah apa jadinya tanpa negara, tanpa komunisme dan tanpa kapitalisme, mungkin indah, mungkin sepi, mungkin pating blasur, atau entahlah, belum pernah merasakan. Pemikiran indah seperti ini memang hanya untuk kalangan tertentu atau manusia tertentu dengan level kesadaran tertentu pula, tidak perlu diatur, tidak perlu sanksi, tidak perlu polisi, tidak perlu hukum, karena semuanya sudah tersistem dalam otaknya dan lingkungan yang kondusif, tentunya damai, tanpa perang, tanpa ada saling ejek, maupun pembenaran diri diri dan menganggap orang lain sesat.

projek venus

Dunia makin tua, makin penuh sesak, penuh dengan manusia, kepentingan dan ragam lainnya yang mengarah pada kesejahteraan. Ketika dahulu bisa dilakukan cukup dengan menyedot kemanusiaan sesama kemanusiaan, meski sampai sekarang pun masih seperti itu, baik dalamhal positif yang bernama kerjasama duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Ketika semua yang serba postif mungkin tidak menghasilkan sesuatu yang lebih, maka terperaslah otak untuk mencari jalan lain. Saat hasil bumi dan cukup untuk menjajah dengan lokalitas yang tidak perlu luas masih cukup maka gerakan nasionalisme sudah cukup ampuh untuk menangkalnya. Namun ketika semuanya sudah menjadi 'stealth' atau siluman dengan warna yang bermacam-macam, maka makin sulitlah untuk membedakan, karena semuanya nampak sama, positif, menguntungkan dan demokratif.

bisik

Goblok, pekok, bodoh, pikun, gak sensi, gak punya rasa, tolol, idiot, kemproh, pengkhianat, tukang ngracun, pendosa, tukang produksi dosa, lemot, lambreta, ra kalap, kenthir, edan, miring, sinting, anti sosial, egois, ndak punya perasaan, marah, misuh, mau bunuh diri, mau mati, mau bunuh orang, mau bakar rumah tetangga, gak punya malu, malu-malu-maluin, pecas ndahe, ra mudengan, mlarat, miskin, kesrakat, amoral, campuraduk gak bisa ngapa-ngapain lagi, untunglah nggak jadi mentri ato presiden.

Hanya bisikan doa yang bisa kuhantarkan mengiringi semua perjuanganmu, meski cinta atau apapun namanya yang tinggal menjadi balutan, semoga saja bisa membayarkan dan mengganti semua arti yang bisa kau datangkan pada diri nan lunta tanpa harap dan berkas lagi. Tanpa arsip hidup yang memang sudah terbengkelai memang apalah arti kehidupan namun hanya dengan itulah kubertahan, hingga berada di titik nol, terimakasih atas hadirmu. Ribuan kata tak bisa mengganti, mungkin hanya secercah perbuatan dan sebisik doa demi kebaikan masa depan yang lebih bercahaya dan bermakna.

Pinta, free image editing untuk semua

Pinta bukanlah port dari Paint.NET namun setelah Paint.NET 3.0 menjadi opensource dibawah lisensi MIT maka beberapa kode dari Paint.NET langsung bisa digunakan dalam
Pinta, jadi Pinta adalah kloning dari Paint.NET, meski memang kode awal adalah orisinil dari Pinta, dalam perjalanannya Pinta juga memakai source kode Paint.NET untuk lebih memperkaya.

Meski GIMP sudah bisa memiliki satu windows, dan sudah sangat lebih dari cukup untuk pengolah grafis, namun para user Linux dengan alasan tertentu juga membutuhkan Paint.NET untuk keperluannya. Sayangnya Paint.NET di Ubuntu Karmic Koala cukup bermasalah lain halnya ketika di Ubuntu Jaunty Jackalope dan sebelumnya meski ada juga cara mengfikskannya, namun dalam menjalannkannya masih harus melalui terminal dengan mengetik paintdotnet.

Halaman

Berlangganan RSS - anarkhisme