Agama dan politik sangat berdekatan, jika tak bisa dibilang tidak terpsahkan baik secara strategi, pemikiran, anggapan atau apapun. Mengapa begitu, cara berpikir sederhananya adalah kekuasaan. Tuhan memberikan kuasa kepada Nabi untuk mengajar, nabi mengajar pada umat, umat menghormati nabi laksana raja. Maka dimanapun kekuasaan akan selalu berperang dengan agama atau nabi. Nabi menghadapi kekuasaan karena ketidakadilan, biasanya nabi menang dan para pengikutnya setelah nabi mereka wafat akan menjadi raja, baik raja besar maupun raja-raja kecil yang memiliki kuasa. Perpecahan akan dimulai dan sangat kentara setelah para nabi mereka wafat.