Karya seni penulisan berbalut data non fiksi 'Epitaph' karya Daniel Mahendra, disamping memukau karena anyaman kata maupun alur yang dirobek-robeknya menjadi semacam puzzle yang jika dibaca harus urut menunjukkan nuansa tersendiri selain seni menulis yang handal. Nikmatnya membaca novel ini adalah seperti ketika anda mendaki gunung atau melakukan perjalanan pulang ke rumah dimana memang arahnya jelas dan tidak boleh sesobek waktupun terbuang percuma, seakan ada penantian disana dan tidak boleh tidak memang harus sampai. Entah setan apa yang merasukinya bisa membuat kalimat-kalimat yang sederhana namun bisa menyayat perasaan pembacanya, tidak bertele-tele, namun bisa mewakili dengan kuat peristiwa yang terjadi pada detik itu.