kesetiaan

Mbah Marijan sang Samurai Jawi

Merapi dan Mbah Maridjan 'Sang Samurai Jawi' bagai tak terpisahkan sebagai salah satu juru kunci poros imajiner monumen Mataram Yogyakarta yaitu Merapi, Tugu, Kraton, Kandang Menjangan dan Laut Kidul. Ki Surakso Hargo sang penjaga Gunung, Gunung Merapi telah pergi meninggalkan kita semua kemarin karena awan panas semburan Merapi yang menerpa dan meluluhlantakkan dusun Kinahrejo, beserta belasan pengikutnya. Keteguhan pada amanat tugasnya yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, dijaga dan ditunaikan hingga nafas terakhirnya bersama rumah sekaligus kantornya dalam buaian dengus nafas Gunung Merapi, bahkan dalam kondisi bersujud.

Banyak ungkapan minor hingga yang menghormati pendapat dan kebijaksanaan Mbah Maridjan sang Samurai Jawi, ada mengatakan konyol, bahkan hingga takabur. Memang ideologi kesetiaan saat ini sudah sangat luntur seiring dengan akal dan logika yang berkembang dengan sifat dan kebutuhan dunia baik material maupun ideologis yang sudah sangat berlainan jika tidak bisa dikatakan kebalikan dari perspektif Kejawen atau filosofi kebatinan yang sudah lebih dianggap sebagai mistik, sesat, diluar nalar ataupun hal lain yang sangat menistakannya ataupun menisbikan sesuatu daya hidup yang memiliki perspektif berlainan dan sangat jauh dari ide-ide yang dibawa dari barat.

menggauli kehancuran

Apalah kemudian yang dimiliki seorang insan, mahluk tuhan yang melemah, dalam kehendak perjalanan dan kesempurnaan tertingginya yang telah hancur. Adalah sebuah keinginan untuk menyempurnakan perjalanan yang ditempuh menjadi adreaniln yang mengalir di otaknya, otak yang rapuh tiada lagi melihat penerang dunia kehidupan maupun tujuan yang sedikit demi sedikit merapuh digerogoti usia serta pengharapan yang tiada kunjung menjadi material keinginan nyatanya. Meski dengan menangis sambil memohonpun tidak menjadi jaminan bahwa ketersiksaannya bisa berakhir, endapan demi endapan kekecewaan atas apa yang diyakininya benar telah menjadi bom yang setiap saat dapat membawanya ke kehancuran, hanya sisa-sisa ruang terhormat dihatinya dapat membantunya hancur dalam kehormatan, melanjutkan kehidupan dalam kehancuran ataupun membangun gedung kehancuran yang indah hingga dia bisa berdecak mengagumi akan kehancurannya sendiri.

Berlangganan RSS - kesetiaan