cipanas

menggauli kehancuran

Apalah kemudian yang dimiliki seorang insan, mahluk tuhan yang melemah, dalam kehendak perjalanan dan kesempurnaan tertingginya yang telah hancur. Adalah sebuah keinginan untuk menyempurnakan perjalanan yang ditempuh menjadi adreaniln yang mengalir di otaknya, otak yang rapuh tiada lagi melihat penerang dunia kehidupan maupun tujuan yang sedikit demi sedikit merapuh digerogoti usia serta pengharapan yang tiada kunjung menjadi material keinginan nyatanya. Meski dengan menangis sambil memohonpun tidak menjadi jaminan bahwa ketersiksaannya bisa berakhir, endapan demi endapan kekecewaan atas apa yang diyakininya benar telah menjadi bom yang setiap saat dapat membawanya ke kehancuran, hanya sisa-sisa ruang terhormat dihatinya dapat membantunya hancur dalam kehormatan, melanjutkan kehidupan dalam kehancuran ataupun membangun gedung kehancuran yang indah hingga dia bisa berdecak mengagumi akan kehancurannya sendiri.

on broken wings

Tertatih-tatih melewati malam demi malam, pagi demi pagi, siang demi siang hingga menggembung menjadi minggu bulan dan tahun. Jiwa nan sunyi tanpa penghuni dalam kesakitan dan kehampaannya semakin pasrah menerima nasib dan takdir cacatnya keterikatan yang telah menghancurkannya selama-lamanya. Tak ada dendam selain hutang untuk selalu berbuat baik,iklhlas tanpa reserve agar jiwa tanpa nama, penghuni dan hampa tersebut masih mampu menjalani apa yang masih menjadi tugas untuk diembannya yaitu hidup itu sendiri hingga maut yang dinantinya agar lebih cepat menghantamnya pun tak kunjung bisa mengalahkan dan mungkin juga emoh mengajaknya menyelesaikan kehidupan tanpa jiwa di bumi yang sudah bukan merupakan penjara lagi namun, sebuah awang-awang penuh dingin dan jarum yang menusuk-nusuk.

Berlangganan RSS - cipanas