Ubuntu 10.10 hadir dengan banyak pembaharuan, seperti kernel baru yang sangat mendukung prosesor terbaru. Memang Ubuntu 10.10 didesain untuk komputer berbasis i686 ke atas, sehingga jika komputer anda sudah lawas sekali ada baiknya untuk mengganti dengan kernel yang pas, sehingga performa tidak menjadi masalah lagi. F-Spot Photo manager dilengserkan dan diganti dengan ShotWell, meski bagus namun sepertinya bukan yang terbaik. Wallpapper default juga berubah, meski ungu masih menjadi warna dominan. Indikator volume juga berubah dan terasa sangat berbeda perspektifnya dibandingkan OS yang lainnya.
The Software Center juga menambahkan banyak aplikasi, bahkan ada featured application beserta dengan pengenalan 'what's new' ada apa yang baru. Juga masih melanjutkan percobaan untuk menjual aplikasi online berbayar, aplikasi yang tidak gratis dan bisa langsung dibeli ke Canonical Ubuntu. Meskipun hingga sekarang hanya satu saja aplikasi yang dijual dan tersedia untuk dibeli. Dalam Software Center, Ubuntu juga menyimpan track data software yang terinstall dan history tentang penginstalan maupun pencopotan software yang pernah dilakukan. PPA dapat dilihat dari sini, sesuatu yang dulu dilakukan oleh Gdebi, dan saat ini Ubuntu Software Center juga menangani file installasi .deb yang agak sama dengan Gdebi. Serta jika anda agak muak dengan Gwibber untuk bertwitter, maka ada pilihan lain yang cukup memadai yaitu Choqok, ataupun social client yang lainnya pun bisa dicoba.
Sebagaimana biasanya setelah clean install Ubuntu versi baru, maka hal-hal yang harus dilakukan setelahnya menjadi lebih mudah karena adanya Ubuntu Software Center, sehingga lebih mudah dan simpel seperti ini: