Betapa kompetisi selalu dijadikan alasan dan motivasi untuk saling mengalahkan dan menuju kesuksesan. Toleransi dan nilai-nilainya selalu tergerus dan menjadi tak berarti pada beberapa detik yang berbuntut panjang. Hingga event-event besar seperti sepakbola maupun yang lain yang menumbuhkan rasa fanatisme pada idolanya akan dengan mudah mengangkat simbol-simbol kekerasan demi branding maupun untuk menggelorakan semangat. Seperti para pahlawan patah satu tumbuh seribu, demikian pula dengan kekerasan, dia akan beranak pinak dan tidak akan pernah selesai hingga semuanya setara dan memahami maknanya, dalam konteks dan generasi tersebut, generasi di bawahnya akan mulai dari nol lagi untuk menemukan ketakutannya.