ageman

muktamar kaum muda nu
 

dua muktamar besar di bulan agustus 2015

Baru-baru ini ada 2 muktamar dari dua organisasi besar keagamaan di Indonesia, siapa lagi kalau bukan NU (Nahdlatul Ulama) di Jombang dan Muhammadiyah di Makassar.

islam nusantara
 

Islam Nusantara itu bukan Sekte

Berisik sekali di media sosial tentang Islam Nusantara, apalagi sebabnya kalau bukan karena dipidatokan oleh Presiden Jokowi.

Sri Sultan
 

Sabda Raja yang di konfrensi pers-kan

Pada 8 Mei 2015 bertempat di Rumahnya GKR Mangkubumi, Sri Sultan Hamengku Bawono X menggelar konferensi pers tentang Sabdatama, Sabda Raja dan Dawuh Raja.

RUU Penyandang Disabilitas
 

RUU Penyandang Disabilitas

Jadi UU Nomor 4 tahun 1997 gara-gara ada CRPD dan semangat baru para difabel untuk mengubah pandangan umum tentang orang cacat dari charity based menjadi ke humanright based.

Wonosobo Bergegas Menyambut Implementasi UU Desa
 

Wonosobo Bergegas Menyambut Implementasi UU Desa

Roadshow Bupati Wonosbo Kholik Arif ke seluruh kecamatan dan desa-desa di Wonosobo tuntas pada hari Senin 3 Maret 2014. Roadshow ini bertajuk tentang UU Desa sebagai Berkah Kemajuan Desa.

 

Agama dan Politik

Agama dan politik sangat berdekatan, jika tak bisa dibilang tidak terpsahkan baik secara strategi, pemikiran, anggapan atau apapun. Mengapa begitu, cara berpikir sederhananya adalah kekuasaan. Tuhan memberikan kuasa kepada Nabi untuk mengajar, nabi mengajar pada umat, umat menghormati nabi laksana raja. Maka dimanapun kekuasaan akan selalu berperang dengan agama atau nabi. Nabi menghadapi kekuasaan karena ketidakadilan, biasanya nabi menang dan para pengikutnya setelah nabi mereka wafat akan menjadi raja, baik raja besar maupun raja-raja kecil yang memiliki kuasa. Perpecahan akan dimulai dan sangat kentara setelah para nabi mereka wafat.

 

Syahadat Indonesia

Memang Gadjah Mada diakui dan selalu masih saja dielu-elukan dengan sumpah palapanya untuk mengayomi dan menyatukan pendapat mengapa Indonesia harus ada. Bahkan peribahasa Bhinneka Tunggal Ika menjadi sebuah kata sakti inklusifnya politik dan misi keIndonesiaan yang berbeda-beda namun tetap satu, meskipun khianat demi khianat untuk mengotorinya selalu saja muncul oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab entah dengan maksud apa, sudah tak jelas lagi bahkan tiada lagi yang menanyakannya.

Mengapa juga masih dibutakan dengan sejarah akademis, yang justru terbatas hanya pada sesuatu yang minimalis dan bahkan hanya bisa menarik perjuangan insan nusantara hingga abad ke sepuluh, bukan menarik kembali ke sebelumnya yang lebih detail dan kuno, sangat sulit memang, namun bukankah dari itu kita dapat mengetahui betapa lebih kayanya negeri Nusantara ini yang akhirnya bernama Indonesia, dan yang jelas saat-saat itulah kebijaksanaan dan kearifan lokal lebih terpateri bahkan tanpa kita sadari sepenuhnya, tentang budaya, seni, bahkan perspektif dalam memandang, hingga tanpa adanya perlawanan ketika menerima dengan lapang dada agama-agama baru dari luar yang dengan serta merta dan sangat cepat diadopsi dalam kehidupan bermasyarakat disini.