minum pilkada

pilkada serentak
 

minum pilkada

Pada tanggal 15 Februari 2017 yang akan datang, libur nasional, hari rabu dan ada sirkuit besar di Negeri Begajul. Sirkuit untuk menuju kekuasaan. Kekuasaan menjadi pemimpin daerah di 101 daerah, saat itulah terjadi pesta demokrasi dimana warga memilih untuk menunjuk pemimpinnya. Ada yang bilang pemimpin namun sebenarnya mereka adalah pelayan masyarakat. Sangat rugi untuk memilih pemimpin karena bisa jadi semua orang menjadi terjeblos semua. Menjadi bukan pemimpin karena semua warga berhak mengawasinya. Mendemo jika perlu dan jika ada kesalahan bisa dilaporkan dan di meja hijaukan. Jadi masih percaya anda memilih pemimpin?.

Suara rakyat sangat mahal harganya. Jadi pergunakanlah suara dalam bilik pada 15 Februari untuk benar-benar memilih pelayan rakyat yang sebenarnya. Bukan orang yang secara politis dengan segala cara dapat memenangkan pilkada. Rugi mendapatkan pemimpin yang hanya duduk-duduk dan membiarkan rakyatnya berjalan sendiri-sendiri. Kesandung terserah, lapar terserah dan sebagainya, tidak memberikan solusi karena masih ada tingkat pimpinan lainnya, yaitu kebijakan nasional dan program nasional yang lebih mudah di demo dan dipertanyakan, apalgi gemanya akan nasional ke seluruh negara.

Jadi apakah masih akan memilih cecunguk yang ketika kampanye menggunakan pasukan bayaran dan preman-preman yang nampak seperti tentara sipil tersebut. Tentu saja tidak kan?. Sudah mengalami berapa pilkada dan pesta demokrasi?. Masihkah akan berpikir seperti cara lama?. Masyarakat bisa saja nantinya jika tidak cocok dengan orang dijadikan pemimpin secara administratif tersebut melengserkannya. Dan kesempatan melengserkan ini pun sebaiknya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.