bukan beraktualisasi namun mencoba memerdekakan diri untuk berupaya menyumbang sih pikir, sih prakarsa, sih ide, sih budi, sih pekerti, sih gegayutan dan bermacam sih lain, dan tentunya sir untuk menjadi cipta di kemudian pada saatnya.
Bagaimana bisa percaya dengan pernyataan kesuksesan pendidikan di Negeri Begajul yang dipapar disini dimana dijelaskan disana bahwa meningkatnya partisipasi sekolah dasar dari 41 persen pada tahun 1968 menjadi 94 persen pada tahun 1996, sedangkan partisipasi sekolah tingkat SMP meningkat dari 62 persen tahun 1993 menjadi 80 persen tahun 2002 (Oey-Gardiner, 2003).