tanggap darurat dan peduli satwa
Gunung Merapi dalam pentasnya memberikan banyak pelajaran baru saat ini, dimana suara gemuruh keras, luncuran lava dan awan panas yang menerpa banyak saudara kita dan tempat tinggal ratusan orang yang selain dipenuhi debu juga bahkan ada yang hilang. Sangat lugas tanpa basa-basi bahkan mungkin selain dahulu ada second opinion dari Mbah Marijdan sang Samurai Jawi sebagai juru kunci Gunung Merapi, dan opini utama tentunya dari pemerintah dengan badan vulkanologinya. Namun sepeninggal beliau tentunya semua orang hanya terpaku pada badan vulkanologi dan instruksi dari badan-badan milik pemerintah yang memiliki otoritas dibidangnya.
Terlepas dari itu semua, ada pengalaman menarik yaitu berkenalan dengan sebuah organisasi penyelamat satwa yaitu pro fauna yang berusaha untuk membantu para peternak mengevakuasi ternaknya untuk bisa di pelihara dan diamankan di shelter-shelter sementara yang berada di kawasan aman. Bisa merasakan betapa hubungan antara pemilik sapi dengan sapinya, betapa menderitanya sapi dan binatang ternak lainnya karena musibah bencana. Karena bagaimanapun binatang ternak ternyata tidak memiliki insting dan kemampuan survival yang sama dengan binatang non ternak atau yang masih liar berada di hutan lereng gunung Merapi.

Bahwa ternak dan satwa adalah bagian dari kehidupan pemiliknya bahkan alam pada umumnya. Sangat terasa, menyentuh dan ada nuansa tersendiri meskipun yang dievakuasi adalah binatang yang kadang terlupa dalam benak disaat situasi tanggap darurat bencana. Serta sebuah harapan baru bagi para pengungsi yang memiliki binatang ternak sebagai bagian dari kehidupannya, bahwa ada rekan atau teman yang memiliki kepedulian atas penghidupan dan ternaknya. Jogloabang Peduli Merapi menjadi memiliki kesan baru dan teman baru dalam situasi saat ini terhadap lingkungan dan kepedulian akan satwa yang menjadi korban karena pentas erupsi gunung Merapi di tahun 2010 ini. Salut kepada rekan-rekan pro fauna maupun para relawan peduli satwa yang memberikan warna dan nuansa baru pada situasi tanggap darurat yang dilakukan semampunya dan ala kadarnya di Jogloabang.


Komentar
Subhanallah.. ternyata
Ditulis oleh Afrianti Takaful pada
alamendah sing patut posting
Ditulis oleh segawon pada
salut...
Ditulis oleh ciwir pada
dah!
Ditulis oleh Pojok Pradna pada
memang benar, binatang ternak
Ditulis oleh waroeng ubuntu pada
Setuju mas.. ternak kan ga
Ditulis oleh lowongan pekerjaan pada
Salut dan bangga gan
Ditulis oleh Reza Saputra pada
weh...salut mas....
Ditulis oleh paijo pada
Mantap dan lanjutkan, Thanks
Ditulis oleh Ki Ageng Gede dion pada
sesama hewan harus saling
Ditulis oleh genthokelir pada
Halaman