Brain Storm

Orang Inggris bilang ¨life begins at forty” entah apa maksudnya, memang usia 40 tahun masih sangat lama sekali, namun segalanya perlu dipersiapkan bukan. Hari demi hari berlalu, demikian pula hari jadi, begitulah kehidupan selalu berputar. Entah maju kedepan, mundur ke belakang ataukah malah berjalan miring atau lurus ke samping, sudah bukan rahasia lagi. Lantas dimanakah letak keadilan tuhan, entahlah hanya logika atas nama ketuhanan mungkin yang bisa menerangkannya dengan gamblang. Sementara jika hanya manusia biasa yang menerangkan tidak lebih hanyalah sebuah tafsir dan perkiraan karena dia pastilah belum pernah bertemu dengan tuhannya sendiri, atau bahkan menilik alam kubur atau bahkan surga dan neraka.

Perjalanan kehidupan selalu berhadapan dengan banyak pintu gerbang dan tikungan baru, serta melalui tanjakan bahkan turunan yang kadang cukup tajam, tergantung bagaimana kita merencanakannya, namun selalu saja ada hijab yang membatasinya, kelam bahkan gelap sehingga memang kita dijadikan buta akan masa depan, terkecuali hal-hal yang bisa diperhitungkan tentunya.

Begitulah sekarang banyak pilihan dan tantangan yang harus diselesaikan, bahkan mungkin ini adalah buah dari sebuah kesalahan yang tidak disadari ataukah memang sedang menjalani hidup yang salah, entahlah. ¨Keep going¨ mungkin adalah pepatah lama, namun seiring berjalannya waktu ego dan harga diri tentunya juga telah membakar citra diri sebagai sebuah masakan yang biasa kita hidangkan kepada khalayak di depan kita setiap hari, bahkan setiap waktu.

Mungkin berganti profesi atau pekerjaan adalah sebuah hal yang sulit karena harus melakukan penyesuaian baru, berganti thema kehidupan berpikir bahkan mungkin yang paling fatal adalah berganti rizki sehari-hari. Segala sesuatunya memang harus dipikir masak-masak agar tidak terlalu mengganggu kehidupan sehari-hari bahkan keluarga di rumah yang memiliki kebutuhan rutin yang tidak bisa diganggu gugat. Namun mengapa frekuensi ini harus segera diubah untuk menemukan jati diri ataukah hanya sekedar memuaskan nafsu diri karena kebiasaan yang sudah berlangsung bahwa setiap lima sampai tujuh tahun haruslah mengadakan pembaharuan dalam segalanya dalam berkehidupan sehari-hari, ataukah hanya sekedar bosan yang sedang bergelayut.

Cukup memang sebagai sebuah bekal semua ilmu dan pengalaman untuk mengarungi dunia baru. Ataukah mungkin karena gejolak-gejolak sosial yang sudah tak terbendung dan unpredictable sehingga harus mencoba taraf penghidupan yang lebih aman dan reliabel serta logis, karena ancaman kehidupan global yang semakin runyam ini. Bertumpuk menjadi satu menjadikan sebuah kekusaman pikir karena sulitnya untuk dianalisis secara satu persatu serta banyaknya pilihan kesempatan untuk meloncat ke depan dalam kehidupan yang lebih menjanjikan. Entahlah... anarkisme itu yang tumbuh subur dihati ini mungkin sedang memerlukan perhatian...

Komentar

Avatar luxsMAn

ngono yo apik..........
Avatar denologis

Life Begins at 50 Paklik.... (jare Jawa Pos)
Avatar patembe

:) Keep Going also ....Keep Creative...
Avatar Erik26399

nice post, sangat mengingatkan...
Avatar linda belle

life begins at 40 ..doh.. aku msh lama... jd ntar aja mikirnya hehe but it's nice post. bro...
Avatar Anton

Hidup itu di mulai dari lahir sampai keliang kubur ... seperti sebuah hadist "tuntutlah ilmu dari lahir sampai keliang lahat" ... kehidupan adalah belajar, belajar adalah menuntut ilmu .... begitu kira-kira ... he hee hee :D
Avatar xitalho

ancene apik..... Yo mas kudu dipersiapkan.... tp piye carane aku dewe yo bingung... relatif kali yaa..??
Avatar xitalho

ancene apik..... Yo mas kudu dipersiapkan.... tp piye carane aku dewe yo bingung... relatif kali yaa..??
Avatar eri-communicator

baca judulnya storm gw kirain blackberry, ternyata bukan, usia memang relatif sih walaupun 40 masih lama, anggap saja kita sudah berusia 40 dan kita persiapkan semuanya dari sekarang
Avatar Itempoeti

Saya bisa merasakan apa yang sampeyan rasakan.. Kadang perjalanan hidup membawa kita sampai pada satu titik dimana akhirnya kita menyadari bahwa sesungguhnya kita tidak kuasa atas hidup kita. begitu banyak variabel diluar diri kita yang turut mempengaruhi perjalanan hidup. Ada kegamangan..., ada ketidakpastian di depan kita... Untuk saya jawaban cuma satu.., "Panta Rei" Biarlah semua mengalir seperti air...

Halaman

Kirim komentar