ubuntu | the Suryaden

ubuntu

Mengenal Linux tanpa meninggalkan Windows

Banyak cara untuk mengenal Linux, sebelum berpindah atau bermigrasi jika memang ada keinginan untuk menjadi orang yang bisa menghargai karya orang lain yang dilindungi hukum secara legal formal. Hmm... bukannya menggurui namun bagaimanpun juga sebagai manusia dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat tentunya banyak hal yang harus dipatuhi dengan kepatutan-kepatutan tertentu. Bagaimanapun juga Microsoft maupun MacOS memang sudah diproklamasikan oleh pembuatnya untuk dijual dengan aturan yang mereka buat sendiri, dan tentusaja secara hukum sah dan memiliki kekuatan yang sangat jelas. Begitu juga banyak software penyerta lainnya yang memang dibuat dengan kreatifitas dan memeras kemampuan para pembuatnya, tentusaja hal ini selain anugrah dari tuhan namun juga privilege dan hak manusia untuk mendapatkan manfaat dari kecerdasa yang dimilikinya. Begitupun setelah dijamin oleh negara maka seluruh warga negara pun wajib untuk mematuhinya.

Karmic Koala Alpha 6

5 detik booting pada Ubuntu Karmic Koala alpha 6, supercepat dan dahsyat namun membuat KO laptop G430 Lenovo, setelah update kedua dari Alpha 6 dimana kernel tainted dengan wireless Broadcom, hmm dua hari otak-atik gak sukses ya... karena bahkan network manager apletnya aja gak muncul meski udah ganti diriver baru dari broadcom, busyet. Akhirnya menunggu dulu untuk Ubuntu Karmic Koala Beta Release 1 oktober nanti. Istirahat dan mencoba Karmic Koala alpha 6 pada desktop saja.

Install Flashplayer plugin v. 10.0.32 Mozilla Firefox

Install plugin Flashplayer di Ubuntu memang agak berbeda ketika belum diupdate di repository pusat, mungkin karena masih di tes atau apalah. Cara termudah bagi mantan pengguna windows memang dengan mendownload plugin dalam bentuk paket debian sehingga tinggak dobel klik langsung jalan. Namun untuk yang terbaru biasanya tidak begitu mulus karena harus disinkronkan dengan repository yang sudah ada, sementara kalo belum ada pada repository dengan tegas pasti ditolak oleh system. Seperti yang saya alami barusan, langsung ceklik ke webnya adobe, download kemudian ceklik...

Ubuntu 9.10 Karmic Koala Alpha 4

Belum lama ini, Canonical merilis Ubuntu 9.10 Alpha 4. Keistimewaan dari Ubuntu 9.10 Karmic Koala adalah browser defaultnya Firefox 3.5.2 menggantikan si tua bangka Firefox 3.0, serta dalam rilis ini menyertakan Ubiquity, dimana installer versi baru ini menyertakan tombol "QUIT" atau "Keluar" sehingga setiap saat anda bisa memberhentikan installer sesuai dengan yang anda inginkan. Juga software menarik Palimpsest Disk Utility software, tersedia pada Applications -> System Tools menu. Disk Utility ini mendukung S.M.A.R.T. testing/monitoring tool, memeprlihatkan temperature dan waktu Uptime hardisk, juga partition management tool untuk memilih dan menandai bootable, delete atau label pada partisi hardisk. Palimpsest Disk Utility dibuat oleh Red Hat.

USBUNTU Live Creator, Software pembuat Linux Live CD di USB Drive

Membawa CD yang berisi program kemana-mana memang beresiko lecet dan sebagainya. Namun selama belum ada penggantinya hal ini mau tidak mau harus dilakukan. Apalagi ketika CD itu berisi OS linux atau Ubuntu yang biasanya bisa digunakan langsung untuk booting dan dengan Live CD nya kita bisa mencoba Sistem Operasi tersebut apakah mendukung hardware komputer atau laptop yang kita miliki, serta tentunya printer, modem, wifi dan sebagainya. Jika semua sudah bisa jalan dan tidak masalah maka dengan mudah dapat langsung menginstall Sistem Operasi Ubuntu Linux atau distro lainnya dengan tanpa rasa was-was harus setting aneh-aneh. Namun Ubuntu dengan repositorynya yang seperti supermarket itu, dan dukungan launchpad yang kuat tentu membuat kepercayaan diri pemakainya tidak mudah karatan.

Warsa adrenalin selain Pilpres obat Pileg

Year of living dangerously, film masa mudanya Mel Gibson yang mengisahkan pengalaman seorang jurnalis diantara pembantaian, tragedi kebangsaan terbesar dalam sejarah dengan hiasan kematian-kematian orang yang dianggap salah karena diduga melakukan pemberontakan pada tahun 1965 dengan membunuh para jenderal pahlawan revolusi, yang digambarkan dengan tarian-tarian harum bunga para gadis berpakaian seksi sambil memotong-motong anggota badan para korban revolusi tersebut. Sudah lama dan sudah dilupakan mengapa dan bagaimana kematian-kematian tak beralasan serta meregangnya nyawa jutaan anak bangsa yang tidak terperikan, saat ini mungkin hanya dianggap sejajar dan mirip dengan perang Bharatayudha yang maha dahsyat, bahkan bukan tidak mungkin jika para blogger muda menganggap kisah tragedi dalam film Mel Gibson itu hanya khayalan fiksi belaka, sebagaimana wayang yang diyakini sebagai fiksi pula, bahkan cerita impor dari India.

Install atau Upgrade ke Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope

Terinspirasi dari teman yang menginstall Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope, berhasil namun tidak bisa menggunakan mobile broadband sebagai koneksi internetnya. Saya tidak percaya dan kemudian menginstal sendiri di desktop di rumah, dan ternyata memang begitulah hasilnya tidak ada alokasi untuk mobile broadband sehingga kalang kabut untuk update sementara tidak ada koneksi melalui kabel LAN atau modem biasa dial up yang sudah ketinggalan jaman itu, ada beberapa di rumah tapi sudah rusak dengan sendirinya karena memang tidak kepakai, dan menjadi tempat peraduan tikus dan laba-laba serta debu yang datang tiada tara. Itulah anarkhisme semprul yang juga saya praktekkan sehari-hari pada perlatan elektronik yang perkembangannya bikin sembelit ketika pagi hari.

Install Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope

Ini bukanlah tutorial tentang Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope hanyalah sebuah rekaman otak saja agar bisa saya ingat-ingat bila menginginkan yang lebih baik langsung saja ke mbah google atau ke instal menurut Falco, yang juga saya pakai menginstal Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope sebuah aplikasi desktop dari distro Linux Ubuntu yang tidak kalah dengan paket berbayar Microsoft Windows desktop, Meski kadang agak kesulitan dalam update jika tidak ada koneksi internet yang mencukupi

Halaman