modyar cocote

modyar cocote

Bencana, apalagi bencana alam, sangat sulit dihindari, diantisipasi bahkan diprediksi sekalipun sampai modyar cocote. Kesiapan untuk menghadapinya pun satu sama lain berbeda apalagi penyikapannya. Sikap arif, peduli dan saling berbagi adalah beberapa sikap yang harus ditumbuhkan. Bagaimanapun masyarakat yang tertimpa bencana adalah korban yang harus didukung untuk bisa bangkit kembali, terlepas dari banyak latar belakang dan permasalahan yang pernah ada. Memberikan motivasi, dukungan moril serta tips-tips ringan tepat guna adalah sesuatu yang sangat positif, disamping dukungan moral untuk kembali bangkit keluar dari penderitaannya.

Banyak sekali para cerdik cendekia, aktivis dan pengamat lingkungan baik yang ahli ataupun karena pendidikan dibidangnya adalah sumberdaya yang sangat berharga, belum lagi komunitas-komunitas siaga bencana yang sudah di tumbuhkan dari bawah oleh para pegiat disaster management ditambah dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Kearifan-kearifan lokal memiliki cara dan metode untuk menentukan arah dan bangkit dari keterpurukan yang secara tidak langsung sudah terpancang dalam memori benak individual ketika belajar dari masyarakat dan lingkungan setempat, meski hal ini ada karena waktu bermukim yang sudah lama dan pada komunitas yang sudah establish selama beberapa waktu dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana lokal.

mari berhutang, lanjutkan

Hutang luar negeri milik negeri begajul sudah mencapai ribuan trilyun rupiah, anehnya tidak ada sedikitpun yang nyantol pada dompet-dompet kere-kere ra uwis-uwis di sepanjang kota dan di desa-desa yang bahkan tidak pernah mendengar bahwa negeri yang dicintainya ini memiliki hutang yang jika uangnya ditumpuk bisa jadi setinggi gunung semeru di jawa timur itu. Semua untuk program pemerintah katanya, ya program pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya, seperti memberi tensoplas untuk menutup luka kemiskinan dengan BLT, atau mengajak para birokrat untuk memilihnya dengan gaji ke tigabelas

character assassination

Bukan rahasia ketika dengan mudahnya dahulu Ir. Soekarno dimasukkan ke tahanan karena terlibat G30S, kudeta untuk dirinya sendiri, atau Soeharto sendiri dengan KKNnya, banyak sekali jebakan dan pembunuhan karakter digunakan untuk menjebloskan seseorang ke penjara atau mengakhiri kariernya yang cemerlang. Gus Dur, Megawati, Habibie masing-masing juga telah mengalaminya, siapa yang melakukannya tentunya dengan bantuan kekuasaan dan invisible hand yang rapi dan halus sehingga semua orang bisa mengiyakan dan menyetujuinya. Sehingga banyak gejolak dapat ditekan meskipun dengan jargon-jargon pendukung untuk keamanan de el el.

Berlangganan RSS - modyar cocote