korban

Mbah Priok

Hai orang-orang yang berdarah, sudah barang tentu kekerasan bukanlah jalan terakhir untuk mencapai kedamaian. Mengapa mencari kedamaian harus melalui jalan yang panas, berliku, penuh kelaparan dan berdarah-darah, plus pentungan serta helm juga tulisan anti huru-hara. Siapapun rasanya akan anti dengan kekerasan dan huru-hara, namun ketika mencari rasa damai, cinta dan kesejahteraan tak kunjung datang, yang tersisa hanyalah rasa emosi meninggi, mata nyalang tanpa ba bi bu siapa anda apalagi siaran di televisi yang selalu saja dipenuhi dengan bentrok kekerasan, bentrok karena merasa tidak adil, bentrok karena diganggu sarangnya maupun bentrok untuk hiburan setelah nonton sepak bola.

Menghidupkan wisata lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo

Setelah 3 tahun ditambah 100 hari pemerintahan yang sekarang, ternyata tidak sedikitpun menyentuh kondisi sosial korban lumpur Lapindo yang ada di Desa Porong, Sidoarjo. Perlahan dan (seperti) pasti, kondisi sosial di Porong dan desa-desa lainnya yang terkena dampak lumpur Lapindo dilupakan bahkan ditinggalkan. Rembug Nasional (National Summit) yang diadakan Presiden setelah pelantikannya juga seperti sengaja untuk tidak mengundang korban lumpur Lapindo.

Epitaph, Novel sarat pesan

Karya seni penulisan berbalut data non fiksi 'Epitaph' karya Daniel Mahendra, disamping memukau karena anyaman kata maupun alur yang dirobek-robeknya menjadi semacam puzzle yang jika dibaca harus urut menunjukkan nuansa tersendiri selain seni menulis yang handal. Nikmatnya membaca novel ini adalah seperti ketika anda mendaki gunung atau melakukan perjalanan pulang ke rumah dimana memang arahnya jelas dan tidak boleh sesobek waktupun terbuang percuma, seakan ada penantian disana dan tidak boleh tidak memang harus sampai. Entah setan apa yang merasukinya bisa membuat kalimat-kalimat yang sederhana namun bisa menyayat perasaan pembacanya, tidak bertele-tele, namun bisa mewakili dengan kuat peristiwa yang terjadi pada detik itu.

Berlangganan RSS - korban