Siapa yang tak kenal cara berpolitik 'devide et impera', meski sudah kuno barangkali metode politik ini bukanlah metode yang dibuat-buat atau sudah sewajarnya dan siapapun bisa melakukannya dalam konsepsi terkecilpun, tiada bedanya dengan cara-cara lempar batu sembunyi tangan atau hingga ada teriakan minta tolong dengan sesumbar 'becik ketitik olo ketoro', dan akhirnya manusia pun harus berusaha sendiri untuk membedakan 'mana pasir mana suwasa'. Begitu lengkap semua yang ada tinggal mau adopsi yang mana meski ada teori baru tentang konspirasi, atau 'rayuan susno duaji' juga banyak lagi semacam 'one shoot one kill' yang dilakukan oleh gayus, banyak pelakon panggung di sana yang memiliki kecerdasan tertentu tidak untuk disharingkan namun untuk mengelabui mengakali dan apapun namanya itu adalah pengatasnamaan atas upaya mempertahankan dan membangun kehidupan di ladang yang gersang karena ulah begajulan dan tidak terhormat sehingga memunculkan kreatifitas-kreatifitas negatif yang meskipun merugikan namun banyak juga penggemarnya