terpana dalam keterkaparan ini semakin menjadi ketika menyadari betapa para penghujat jaman sekarang yang semakin merasa pandai dan pintar, memang perbedaan letak hati yang semakin membedakan antara seorang apa adanya dengan seseorang yang penuh dedikasi dalam menghayati kemanusiaannya atas dasar bukti-bukti sains yang di cekokkan ke mulut dan pikiran sejak masih usia kecil ditambah dengan referensi produksi pengetahuan yang dibukukan dari hasil-hasil riset yang semakin meruncing dan terkotak-kotak adalah letak hati dimana bagi orang ala kadarnya adalah terletak di dada seiring dengan detak jantung namun bagi para manusia super cerdas terletak di kepala dimana seluruh kegiatan dan aktifitas berasal diakui dari kepala sebagai dasar proses dari masuknya rangsang hingga keluarnya reaksi yang diproses sedemikian rumit bagaikan ketika sebuah tata surya semesta tersendiri yang berbinar dan bertingkah sebagai sebuah kesatuan mandiri.