kebebasan

permen pahit

Tidak habis pikir memang dengan segala penyalahgunaan fasilitas dan berbagai kemudahan yang ada. Semisal wahana internet yang memang pada awalnya penuh dengan kebebasan, dengan segala niat baiknya tentunya. Kemudian dalam perkembangannya setiap orang bisa untuk mengakses dengan mudah untuk kemudian terjadilah hal-hal yang seprti biasa dilakukan di dunia nyata. Kadang perbedaan itu memang tipis dan lama kelamaan terasa menyatu dengan kehidupan sehari-hari, hingga status-status online kadang mencerminkan perasaan sehari-hari yang otomatis menjadi konten multimedia.

Bahwa "nila setitik akan merusak susu sebelahnyangga", mungkin masih menjadi senjata andalan untuk menggeneralisasikan sesuatu kesalahan dengan ditambahi kaitan-kaitan yang sangat filosofis dan kadang kepala orang biasa tak bisa memahaminya. Banyaknya bug-bug yang ada selalu saja bisa untuk permainan baik yang berniat baik maupun berniat jahat. Meski kejadian yang terjadi adalah kesalahan yang bisa saja terjadi di dunia nyata, namun satu kesalahan kecil itu bisa menjadi sebuah tools untuk memberangus ratusan aktifitas positif yang justru malah tidak pernah dianggap ada.

OpenShot Video Editor untuk Ubuntu Linux

Senangnya bermain-main dan memulai untuk berkarya lagi dalam luasnya lautan open source, dalam konteks ini adalah sistem operasi terbuka Linux, especially Ubuntu. Meskipun dalam hari-hari terakhir ini sang Linus Benedict Torvalds terlahir di Helsinki, Finlandia, 28 Desember 1969 sebagai rekayasawan dan koordinator projek Kernel Linux, karena perkembangan hardware yang luar biasa cukup dipusingkan juga dengan bertambah besarnya Kernel Linux, dimana nantinya akan berakibat juga pada performa komputer. Namun banyak ditenangkan pula dengan perkembangan dan kecepatan proses dari hardware-hardware baru, so tidak usah pusing, sepanjang masih bisa mengimbangi dengan percepatan kapasitas hardware yang semoga saja harganya masih dapat di jangkau

Mengenal Linux tanpa meninggalkan Windows

Banyak cara untuk mengenal Linux, sebelum berpindah atau bermigrasi jika memang ada keinginan untuk menjadi orang yang bisa menghargai karya orang lain yang dilindungi hukum secara legal formal. Hmm... bukannya menggurui namun bagaimanpun juga sebagai manusia dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat tentunya banyak hal yang harus dipatuhi dengan kepatutan-kepatutan tertentu. Bagaimanapun juga Microsoft maupun MacOS memang sudah diproklamasikan oleh pembuatnya untuk dijual dengan aturan yang mereka buat sendiri, dan tentusaja secara hukum sah dan memiliki kekuatan yang sangat jelas. Begitu juga banyak software penyerta lainnya yang memang dibuat dengan kreatifitas dan memeras kemampuan para pembuatnya, tentusaja hal ini selain anugrah dari tuhan namun juga privilege dan hak manusia untuk mendapatkan manfaat dari kecerdasa yang dimilikinya. Begitupun setelah dijamin oleh negara maka seluruh warga negara pun wajib untuk mematuhinya.

keharuman ramadhan

Genap setahun sudah kalender komariah berjalan, terpampang di depan mata hati keharuman aroma Ramadhan. Aroma yang setiap tahun akan selalu berada hingga akhir zaman. Aroma penghilang kepedihan-kepedihan hati dimana di ramadhan semuanya akan mudah untuk dihapuskan, sebuah waktu yang cukup panjang bila dipergunakan sebagaimana mesthinya untuk berefleksi dan mendekatkan diri pada sang Khalik. Semoga ramadhan kau tidak berlalu meninggalkan diri ini dalam penyesalan tidak mencumbuimu dengan mesra.

Mangayu Bagyo Komunitas Blogger Serayu

Para Highlander di Wonosobo ini memiliki banyak sekali ragam budaya dari yang bersifat mistis hingga kreativitas maya. Serta sumbangan terbesar sosial kemanusiaan adalah berbondong-bondongnya tenaga highlander Wonosobo untuk membangun kembali Kabupaten Bantul di Yogyakarta, paska gempa Jawa 26 Mei 2006 yang meluluhlantakkan bangunan dan harapan warga Bantul dan Yogyakarta semasa itu, tenaga para highlander yang kuat dan perkasa serta sangat rajin membuat banyak lembaga internasional maupun lokal berebutan untuk mempergunakannya, belum lagi sumbangan sukarela dari para highlander untuk membangun rumah-rumah saudaranya di Bantul dengan cuma-cuma yang selalu datang konvoi bermobil-mobil tiap hari libur ke Bantul membangunkan rumah atau shelter sementara tanpa biaya dan makanan yang dibawanya sendiri dari Wonosobo, sebuah pemandangan dan cerita yang seharusnya tidak bisa dilupakan, harus dicatat dalam lembaran emas sejarah kebangsaan dan bukti bahwa masih ada rasa kebersamaan diantara manusia meski berada dalam administratif yang memisahkannya.

Halaman

Berlangganan RSS - kebebasan