kapitalisme

Produktivitas bukan efektivitas

Tarif dasar listrik akan dinaikan, entah berapa persen itu tidak penting. Karena semua masyarakat sudah memerlukan listrik lebih dari apa yang bisa di berikan oleh perusahaan listrik negara. Tidak hanya untuk hal-hal yang bersifat produktif namun juga untuk penerangan dan kebutuhan sehari-hari untuk menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga dan lain sebagainya. Dan yang jelas itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Entah TDL, tarif dasar listrik itu mau dinaikkan berapapun masyarakat akan selamat, terutama yang memiliki produktivitas dan sangat tergantung dengan adanya power atau listrik. Hanya artinya sesudah tarif dasar listrik dinaikkan, bukan tidak mungkin harga-harga akan melambung juga semampunya, dan setinggi-tingginya.

menunggu anarkhi

“Saya bukanlah seorang komunis karena komunisme mempersatukan masyarakat dalam negara dan terserap di dalamnya; karena komunisme akan mengakibatkan konsentrasi kekayaan dalam negara, sedangkan saya ingin memusnahkan negara --pemusnahan semua prinsip otoritas dan kenegaraan, yang dalam kemunafikannya ingin membuat manusia bermoral dan berbudaya, tetapi yang sampai sekarang selalu memperbudak,
mengeksploitasi dan menghancurkan mereka”.
Mikhail Bakunin, saat kongres ‘Perhimpunan Perdamaian dan Kebebasan’ di Bern (1868).

Entah apa jadinya tanpa negara, tanpa komunisme dan tanpa kapitalisme, mungkin indah, mungkin sepi, mungkin pating blasur, atau entahlah, belum pernah merasakan. Pemikiran indah seperti ini memang hanya untuk kalangan tertentu atau manusia tertentu dengan level kesadaran tertentu pula, tidak perlu diatur, tidak perlu sanksi, tidak perlu polisi, tidak perlu hukum, karena semuanya sudah tersistem dalam otaknya dan lingkungan yang kondusif, tentunya damai, tanpa perang, tanpa ada saling ejek, maupun pembenaran diri diri dan menganggap orang lain sesat.

projek venus

Dunia makin tua, makin penuh sesak, penuh dengan manusia, kepentingan dan ragam lainnya yang mengarah pada kesejahteraan. Ketika dahulu bisa dilakukan cukup dengan menyedot kemanusiaan sesama kemanusiaan, meski sampai sekarang pun masih seperti itu, baik dalamhal positif yang bernama kerjasama duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Ketika semua yang serba postif mungkin tidak menghasilkan sesuatu yang lebih, maka terperaslah otak untuk mencari jalan lain. Saat hasil bumi dan cukup untuk menjajah dengan lokalitas yang tidak perlu luas masih cukup maka gerakan nasionalisme sudah cukup ampuh untuk menangkalnya. Namun ketika semuanya sudah menjadi 'stealth' atau siluman dengan warna yang bermacam-macam, maka makin sulitlah untuk membedakan, karena semuanya nampak sama, positif, menguntungkan dan demokratif.

Berlangganan RSS - kapitalisme