gmail

twitter, facebook gadget di gmail

Gmail, layanan email (free dan premium) dari Google.Inc, selain memiliki kapasitas inbox yang lumayan besar saat sekarang ini dengan dukungan Google Labs, bisa diubah dengan theme yang berbeda-beda. Banyak sekali Gadget yang akan berkembang disini selain penyaring spam yang berjalan baik, beda dengan layanan Google Groups :D. Serta penambahan Sosial Media yang paling baru Google Buzz, meski Buzz ini pernah dibuat oleh Yahoo dengan Yahoo Buzz-nya pada 2 tahun yang lalu. Namun tentunya sebagai penyedia layanan internet yang sudah bermain lama, tidak mau dong ketinggalan dengan pemain baru semacam Facebook dan Twitter.

Selain free dan mudah diakses saat ini Gmail juga dilengkapi dengan fitur IMAP dan POP3 yang memudahkan bagi pengguna yang tidak suka lama-lama beronline dalam sebuah browser, namun katanya dengan fitur inbox yang gede menjadikan software aplikasi semacam Microsoft Outlook Express yang lama sekali saya andalkan harus dipecat keberadaannya dalam rilis OS Microsoft teranyar si Windows Seven. Fyuh..., untung di Linux masih ada Evolution dan Mozilla Thunderbird, selain Microsoft Outlook yang saat ini juga menginkludkan layanan MySpace di dalamnya. Dan jangan lupa betapa sangat baiknya si Google.Inc dengan layanan Google Apps
yang bisa menghosting email dengan domain sendiri dengan kapasitas dan fasilitas seperti Gmail, baik free maupun premium tergantung mana yang akan digunakan, yang tentunya layanan Picassa, Google Docs tidak ketinggalan bisa diakses dengan satu ID itu, bahkan hingga ke Google Adsense, Adword, Google Analytics, maupun Google Webmaster Tools.

Google dan protes

Sementara di Iran Google Mail dan Facebook tidak diijinkan untuk diakses, entah apa alasannya, kurang tahu juga, maklum nggak ada penerjemah disini. Satu sisi tehnologi memang dibutuhkan namun disisi lain ada hal-hal yang membuat menjadi sebaliknya. Hal super biasa seperti ini seharusnya tidak harus menjadikan korban-korban berjatuhan, dan tentunya diawali dengan permusuhan yang makin tajam sehingga membawa dan menggugah luka-luka, dan romantisme lawas yang menambah keruh saja suasana dan perang informasi.

Entah solusinya apa, mungkin harus saling mengalah atau sekalian baku hantam tentunya juga sangat sulit dan perlu dipertimbangkan selain faktor-faktor kemanusiaan lain yang mengikat. Namun bukannya manusia diberikan otak dan akal untuk sekedar memiliki imaji sebuah solusi, semisal pelokalan orang yang suka dengan tehnologi dan orang yang sama sekali tidak mau menerima tehnologi. Dengan garis dan wilayah yang jelas mungkin bisa dilakukan tanpa harus semuanya seragam, di jalan raya pun sebuah garis marka sudah cukup untuk menjadi pembatas bukannya beton yang tinggi yang malah membuat semuanya tidak aksesibel.

Berlangganan RSS - gmail