facebook | the Suryaden

facebook

budaya hashtag

hashtag

Sosial media ibaratnya katak dalam tempurung. Terkungkung dalam satu bejana yang kita harus memasukan informasi dengan pertemanan atau ala carte bahwa kita mau informasi seperti apa. Namun apa benar seperti itu. Ada benarnya ada juga tidaknya.

Facebook Timeline Cover dengan GIMP Template

Sudah lama Facebook mengubah tampilan untuk profil pengguna dengan Facebook Timeline. Cover yang cukup lumayan menarik dan memiliki keunikan tentu ingin dibuat oleh para penggunanya. Sekedar untuk berbagi bagi yang belum mengetahui bahwa tidak hanya dengan software Photoshop dapat membuat Facebook Timeline Cover namun juga dengan software opensource pengedit gambar GIMP yang sangat powerfull dan tak berbayar.

Wajah Baru 2012

Sosial Media mungkin bukan sesuai namanya lagi, bukan media sosial atau media untuk bersosial lagi, melebur menjadi kebanyakan, mungkin bukan itu lagi namun sarana untuk menonjolkan diri, jelas mungkin pendapat ini salah, bahkan kaprah. Hal inipun semakin saja di fasilitasi oleh penyedia layanannya, narsis? mungkin juga bukan, namun dunia keterbukaan, saling berinformasi, berkomunikasi, berinteraksi dan berekspresi. Jelas sosial media sepertinya di gunakan untuk pertemanan, namun kemudian juga diramaikan ketika brand-brand mulai unjuk diri di sosial media.

Facebook Privacy Settings dipersoalkan

Kebebasan berekspresi di internet memang sangat berbahaya jika tidak hati-hati. Privacy setting pada akun-akun sosial media memang bisa diatur ulang oleh pemilik media-nya. Memang bagaimanapun karena kita hanya mendompleng pada fasilitas yang diciptakan oleh orang lain atau perusahaan. Kehati-hatian dan kontrol diri ada pada diri kita sendiri. Hal penting seperti keamanan dan bagaimana kita mencantumkan data diri pribadi memang menjadi concern banyak pihak karena dengan hal itu bisa membuka banyak hal yang kadang user sendiri tidak menyadarinya.

dunia baru

Ketika beberapa tahun yang lalu memutuskan untuk membunuh keanggotaan keluar dan menghapus akun di salah satu situs jejaring sosial yang pada awalnya memang tidak menarik meski tampilannya bisa buat belajar kode CSS ala mawut menuju satu situs jejaring sosial yang masih sepi bernama Facebook cukup terasa nyaman karena masih bersih dari gambar-gambar aneh dan bunga-bunga kemerlip menyilaukan layar monitor. Meski kalah lucu dan menyenangkan dari pada Plurk namun anehnya Facebook bisa menggaet 500 juta akun yang akan dicapainya dengan mudah sebentar lagi. Menjadi sebuah dunia dan tatanan sosial baru yang bisa mengubah banyak jadwal dan menyalurkan keanehan-keanehan pribadi disamping membludaknya pengunjung jelas akan menambah kaya pengelolanya meski ada kabar tidak mengenakkan dalam penjagaan privasi yang teledor dan sempat dijual kepada pihak advertiser.

twitter, facebook gadget di gmail

Gmail, layanan email (free dan premium) dari Google.Inc, selain memiliki kapasitas inbox yang lumayan besar saat sekarang ini dengan dukungan Google Labs, bisa diubah dengan theme yang berbeda-beda. Banyak sekali Gadget yang akan berkembang disini selain penyaring spam yang berjalan baik, beda dengan layanan Google Groups :D. Serta penambahan Sosial Media yang paling baru Google Buzz, meski Buzz ini pernah dibuat oleh Yahoo dengan Yahoo Buzz-nya pada 2 tahun yang lalu. Namun tentunya sebagai penyedia layanan internet yang sudah bermain lama, tidak mau dong ketinggalan dengan pemain baru semacam Facebook dan Twitter.

Selain free dan mudah diakses saat ini Gmail juga dilengkapi dengan fitur IMAP dan POP3 yang memudahkan bagi pengguna yang tidak suka lama-lama beronline dalam sebuah browser, namun katanya dengan fitur inbox yang gede menjadikan software aplikasi semacam Microsoft Outlook Express yang lama sekali saya andalkan harus dipecat keberadaannya dalam rilis OS Microsoft teranyar si Windows Seven. Fyuh..., untung di Linux masih ada Evolution dan Mozilla Thunderbird, selain Microsoft Outlook yang saat ini juga menginkludkan layanan MySpace di dalamnya. Dan jangan lupa betapa sangat baiknya si Google.Inc dengan layanan Google Apps
yang bisa menghosting email dengan domain sendiri dengan kapasitas dan fasilitas seperti Gmail, baik free maupun premium tergantung mana yang akan digunakan, yang tentunya layanan Picassa, Google Docs tidak ketinggalan bisa diakses dengan satu ID itu, bahkan hingga ke Google Adsense, Adword, Google Analytics, maupun Google Webmaster Tools.

Google dan protes

Sementara di Iran Google Mail dan Facebook tidak diijinkan untuk diakses, entah apa alasannya, kurang tahu juga, maklum nggak ada penerjemah disini. Satu sisi tehnologi memang dibutuhkan namun disisi lain ada hal-hal yang membuat menjadi sebaliknya. Hal super biasa seperti ini seharusnya tidak harus menjadikan korban-korban berjatuhan, dan tentunya diawali dengan permusuhan yang makin tajam sehingga membawa dan menggugah luka-luka, dan romantisme lawas yang menambah keruh saja suasana dan perang informasi.

Entah solusinya apa, mungkin harus saling mengalah atau sekalian baku hantam tentunya juga sangat sulit dan perlu dipertimbangkan selain faktor-faktor kemanusiaan lain yang mengikat. Namun bukannya manusia diberikan otak dan akal untuk sekedar memiliki imaji sebuah solusi, semisal pelokalan orang yang suka dengan tehnologi dan orang yang sama sekali tidak mau menerima tehnologi. Dengan garis dan wilayah yang jelas mungkin bisa dilakukan tanpa harus semuanya seragam, di jalan raya pun sebuah garis marka sudah cukup untuk menjadi pembatas bukannya beton yang tinggi yang malah membuat semuanya tidak aksesibel.