Tiny Core Linux, bukan OS atau installer nostalgia. Meskipun mengingatkan pada jaman dahulu kala ketika untuk menghidupkan komputer masih dengan disket besar yang bernama DOS, namun ketika main di rumah teman yang kaya, bingung dan heran melihat komputer Apple-nya yang booting tanpa disket dan bisa bersuara 'Good Morning'. Selang beberapa waktu kemudian ada disket kecil untuk menginstall OS Windows, hingga Windows 95 yang kemudian marak ada CD-ROM. Tak lama kemudian hardisk mulai beranjak besar kapasitasnya, begitupun chip memori. Installer mulai menggunakan CD dengan volume file hingga 640MB. Tak terasa lagi kapan ada installer dengan menggunakan DVD, karena file installer yang demikian banyak sehingga memerlukan kapasitas besar hingga Gigabyte. Namun sangat menarik ketika saat ini masih ada installer dan OS sekecil Tiny Core Linux.