bumi

Duka untuk gempa Sumatera

Hingga malam ini, diberitakan 75 insan Indonesia meninggal dunia karena gempa bumi kemarin sore di Sumatera Barat. Innalillahi wa inna illaihi rojiun. Menurut perkiraan media-media maupun petinggi di negeri ini sepertinya korban masih akan bertambah lagi, dan kerusakan hampir setara dengan Gempa Yogyakarta pada tahun 2006 silam. Gempa yang mengguncang Sumatera hingga terasa sampai Singapura dan Malaysia, menyisakan perih dan meluluh lantakkan kota Padang, hingga khabarnya Plaza Andalas pun rusak parah. Presiden SBY yang sedang berada di Amerika juga telah dilapori oleh bapak wakil presiden, serta merta juga mengadakan rapat untuk mengantisipasi keadaan selanjutnya.

selamatan bumi, maukah anda?

Kehidupan dunia memang tidak ada yang abadi, semua akan datang silih berganti. Percayakah bahwa kehidupan yang tidak abadi di dunia akan selalu terbatas, dibatasi dengan ide-ide, terangkum dalam semesta ide yang luas namun terpilah-pilah dengan kategori dan kotak yang kadang saling menistakan satu sama lain. Bukankah manusia dalam kemanusiaannya sendiri mencoba untuk selalu terbebas dari semua akar dan sekat untuk membebaskan diri dari kungkungan, meski kungkungan tersebut kadang adalah sebuah pesta, pesta yang melenakan, hingga tidak paham berapa harga dan biaya terbuang sia-sia. Apalagi pesta yang digelar sedemikian rupa buruknya hingga tidak ada hasil yang mencerahkan bagi pengikutnya selain rasa nikmat atas onani kepuasan menjadi sederajat bersama para selebritis. Selebritis dan priyayi yang dimanapun akan sama tingkah polah dan sajen yang diperlukan untuk mendatangkan kenikmatan sesaat dan semu belaka, setelah itu habis dan hilang tanpa meninggalkan jejak dan sumbangsih yang berarti bagi perikehidupan kemanusiaan selain wacana dan hingar bingar kepuasaan dari persepsi diri. Tidak lebih.

Celakalah yang merusak bumi

Saya gak peduli amat dengan hari bumi pada bulan april ini, mengapa karena sebenarnya tiap hari adalah hari bumi, kita tinggal di bumi, mati, kawin, mabok, sekolah, cari duit, dan semuanya kita tidak bisa terlepas dari bumi. Bahkan kalo sampe terlepas pun hanya orang-orang pada tingkatan makrifat yang bisa selamat, ya hanya merekalah para priyayi gung binatoro yang bisa melakukannya.

Berlangganan RSS - bumi