"Like father, like son",... betapapun sudah lama dan berlalu sebuah orde kekuasaan yang ternyata belum tumbang namun hanya berganti kedok, masih juga menggunakan cara-cara lama yaitu pengalihan isu juga terutama membuat dirinya menjadi polisi yang baik dengan tebar pesona serta mengarahkan kesalahan ke yang lainnya, apalagi paling memuakkan adalah menjadikan orang lain menjadi korban pun dengan rekayasa konflik horizontal, masih cukup lumayan ketika sakit di obati dengan obat penenang dan aspirin namun ketika luka ditambal dengan luka tentunya sudah terjadi malpraktik disini. Kekejaman serta kekejian berbalut senyum peninggalan gurunya ternyata.
Masih tidak terlalu cerdas ternyata ketika menggunakan regulasi-regulasi papan atas dengan proyek yang nilainya tinggi dan menjadi buku saku atau pajangan bahwa sudah ada tuh peraturannya, nomer sekian pasal sekian ayat sekian tentang hal itu bahkan ada pasal-pasal penjelasannya karena memang tidak jelas. Meski mungkin yang ikut rapat pun setelah pulang, mampir ke salon kemudian lupa sendiri dan menjadi bahan untuk menarik perhatian masa pada kontes lima tahunan yang juga tidak kalah memuakkannya.