negeri begajul | the Suryaden

negeri begajul

Air tirta banyu suci perwita sari

Air kadang dipercaya sebagai sumber kehidupan, sudah menjadi sebuah syarat utama ketika akan mendirikan rumah atau pemukiman, air menjadi sebuah obyek yang vital, harus ada. Tidak bisa ditawar, keberadaan air dalam tubuh pun menjadi mayoritas hingga 80 persen tubuh ini terdiri dari air. Betapa tingginya derajad air dalam kehidupan manusia, dia mengalir dalam nadi sebagai darah, bahkan udara yang terhirup pun terolah untuk bersama dengan darah dalam degup jantung ke seluruh tubuh.

Syahadat Indonesia

Memang Gadjah Mada diakui dan selalu masih saja dielu-elukan dengan sumpah palapanya untuk mengayomi dan menyatukan pendapat mengapa Indonesia harus ada. Bahkan peribahasa Bhinneka Tunggal Ika menjadi sebuah kata sakti inklusifnya politik dan misi keIndonesiaan yang berbeda-beda namun tetap satu, meskipun khianat demi khianat untuk mengotorinya selalu saja muncul oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab entah dengan maksud apa, sudah tak jelas lagi bahkan tiada lagi yang menanyakannya.

Mengapa juga masih dibutakan dengan sejarah akademis, yang justru terbatas hanya pada sesuatu yang minimalis dan bahkan hanya bisa menarik perjuangan insan nusantara hingga abad ke sepuluh, bukan menarik kembali ke sebelumnya yang lebih detail dan kuno, sangat sulit memang, namun bukankah dari itu kita dapat mengetahui betapa lebih kayanya negeri Nusantara ini yang akhirnya bernama Indonesia, dan yang jelas saat-saat itulah kebijaksanaan dan kearifan lokal lebih terpateri bahkan tanpa kita sadari sepenuhnya, tentang budaya, seni, bahkan perspektif dalam memandang, hingga tanpa adanya perlawanan ketika menerima dengan lapang dada agama-agama baru dari luar yang dengan serta merta dan sangat cepat diadopsi dalam kehidupan bermasyarakat disini.

distrik kepongahan

Jakarta memang sudah dipegang dan berada pada ahlinya. Pertanyaannya adalah ahli dalam bidang apa, dan kemana arah keahlian itu, apakah demi masyarakat banyak, kebutuhan semua, memuaskan semua ataukah hanya ahli dalam memberikan plester, gali lobang tutup lobang atas nama proyek dan keuntungan semata. Saya sendiri hanyalah ahli dalam bukan bidang apapun. So mengapa, apakah tidak boleh untuk urun rembuk, meski hanya dari celoteh orang bodoh yang mestilah dianggap tidak tahu menahu apa-apa, terbukti dari kosongnya harta kekayaaan yang biasanya adalah tolok ukur keahlian dan kesuksesan seseorang. Okelah kalau begitu artinya memang apa yang dicurahkan disini sangat mungkin tidak bernilai dan berarti apa-apa, dan mungkin karena memang begitu pula sejatinya. Dan beginiliah uneg-unegnya.

DKI Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota, bukanlah sebuah distrik kesombongan atau distrik kepongahan yang mengakomodasi segala bentuk kepongahan dan kesalahputusan yang selalu membuat tidak nyaman, entah sudah diseting begitu atau memang karena kesrimpet pikirnya sehingga malah membuat keputusan yang serba kurang pas dan menguntungkan kenyamanan para warga. Sebagai awam hanyalah bisa menyoroti apa yang kasat mata dan
dirasakan secara langsung saja, meski saya bukan warga Jakarta untungnya namun sebagai kota yang terpandang tentunya banyak keputusan yang dikopi paste oleh kota-kota followernya. Dan cilakanya sesuatu yang dianggap sebagai solusi adalah sebuah masalah baru dan menciptakan masalah lain yang lain dengan rentetannya. Tentu saja ini hanyalah omongan orang biasa tanpa pretensi apapun, tawaran diskusi seperti:

  1. Busway

sadumuk bathuk sanyari bumi

Negeri Begajul semakin saja terpuruk, negeri yang pernah berjejuluk gemah ripah loh jinawi tersebut, semakin saja menangis sedih, sedih dan seterusnya selalu saja sedih. Bukan lantaran salah pilih, namun memang semuanya sudah dikondisikan, diarahkan dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuatu yang sangat penting dapat digantikan dengan lembaran-lembaran rupiah, yang meskipun tidak bisa untuk menggauli kehidupan namun untuk menuju kegelapan yang semakin saja pintu gerbangnya terbuka dengan hingar bingar kekerasan, bencana, penat dan sesuatu yang sangat sulit untuk dipahami. Bahkan sangat sulit untuk memahami 'sadumuk bathuk sanyari bumi, ditohi pecahing dada luntaking ludira tekaning pati' secara diplomatis, bukan dengan perang.

Negeri Begajul yang dahulunya sangat berdaulat seakan dipermainkan dengan banyak hal, dimana harus mematuhi peraturan-peraturan internasional yang bukan tidak mungkin secara jangka panjang akan menisbikan amanat penderitaan rakyat, sebagai misal pelarangan merokok yang sangat tidak masuk akal, berapa juta rakyat yang harus gigit jari karena perang dagang tersebut, yang pada akhirnya sangat bisa ditebak bahwa tembakau akan di monopoli oleh pihak asing, tentu dengan jurus dan rahasia tertentu, karena sebegitu banyaknya perokok masa lalu toh juga berumur panjang dan tidak mengalami masalah dengan paru-parunya, bukan saja karena udara yang bersih karena polusi namun tentunya akan menciptakan pertanyaan baru bagi yang bisa melihat dengan netral. Musim dan alam yang memang sudah sangat sulit diprediksi toh belum dapat menggugah hati para pemimpin yang entah rasa kenegaraannya. Karena lebih kepincut dengan pendidikan asing atau apapun yang berbau bule dan kulit putih, seakan sudah dibutakan hatinya sendiri tentang kelokalannya sendiri, mereka menuju go internasional, namun lupa... internasional itu apa.

menteror rakyat sendiri

teringat beberapa tahun yang lampau ketika aktifis lsm yang mentenggarai adanya korupsi dan penyalah gunaan anggaran di jogjakarta dihajar dan dituduh sebagai orang atheis dan komunis di kantor milik negara juga. masih ampuh juga anggapan komunis untuk mengahajar seseorang meski yang menghajar tentunya hanya bersembunyi dibalik keimanan pada tuhan yang tentus saja kemungkinan besar tidak dimilikinya karena perbuatannya yang tidak berperikemanusiaan, sebagaimana kecemasan para artis jika-jika ada yang mengupload video porno kamasutra model elektronik yang memiliki wajah serupa tapi mungkin juga tidak sama dengannya.

persetan piala dunia

persetan dengan piala dunia 2010 di afrika selatan apalagi dengan video porno tukang ngeband dan seabreg perempuannya yang entah nyata entah tidak atau tepatnya asli ariel atau luna onlen atau cut joget atau siapapun itu yang bikin rame di tambah dengan ahli forensik kepornoan dan aib kemanusiaan si rs yang dengan cengar-cengir memandang penderitaan orang lain bahkan menjadi hakim, terlebih para pencari warta yang dengan seronok mengambil serta menayangkan gambar-gambar yang siapapun sebenarnya pernah melihat dan memiliki organ tersebut tanpa harus diperlihatkan di muka umum sekedar untuk membuat rasa malu yang berlebihan, benar-benar Negeri Begajul dari sisi moral maupun ahlak dalam mencari duit apalagi pekabaran.

sudah sedemikian maraknya hingga kecemasan para agen gas yang kuotanya semakin dirurunkan bahkan kadang kosong dengan alasan kecurigaan ditimbun karena berapapun stok yang ada akan habis dalam hari itu juga, berbarengan dengan kabar akan naiknya traif dasar listrik, benar energi memang mahal, apalagi yang susah diperbaharui, namun mengapa energi penggantinya juga tak kunjung datang malahan energi yang semakin minim tersebut semakin menjadi barang seksi sebagaimana layaknya para perempuan yang berpakaian minim untuk dipanggil menjadi si seksi karena katanya menggairahkan dan memalukannya para perempuan yang memakai kerudung kepala lantaran kepenuhan dan ketakuatannya pada laki-laki yang mengancam kehidupannya.

menyimpan bom di rumah

Rasanya memang frekuensi kabar meledaknya kompor gan tabung gas periodenya semakin menyalip jadwal tayang pemberantasan terorisme yang dua bulanan dan penayangan spanduk anti PKI, G30S, neokomunisme maupun pemunculan kembali hantu-hantunya karena pelajaran tahayul warisan animisme dinamisme yang masih kental di negeri begajul. Juga jadwal tawuran mahasiswa di sebuah pulau yang indah di negeri begajul bagian tengah sana. Selain karena usia tabung, selang dan kompor gas yang dbagi dahulu dengan keadaan yang super apa adanya tersebut sudah minta untuk diganti namun karena rakyat yang miskin dan tidak masuk perhitungan mungkin ketika mengetok palu konversi selain hanya pamer pengiritan bahan bakar dan lain sebagainya dibalik laba besar yang bisa diraup membuat orang lupa bahwa bahan seperangkat alat masak tersebut juga memiliki masa kedaluwarsa meskipun hanya selang, dan cilakanya pula karena kemiskinanlah yang menyulut bom-bom di dalam rumah tersebut meledak.. duaarrr.. (angry).

bangkitnya kegelapan

Kebangkitan Nasional yang selama ini didefinisikan adalah munculnya rasa nasionalisme pada bangsa ini, diyakini adalah efek dari politik etis hasil perjuangan Multatuli, kemudian muncullah para pejuang seperti Sutomo, Gunawan, Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, H.O.S Tjokroaminoto, Haji Samanhudi dan banyak lain sebagainya. Hingga adanya Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Dan sejarah pun tidak mencatat dengan lengkap pergerakan tersebut dari tahun ke tahun, ataupun nilai-nilai yang jelas diusung selain bentuk yang satu, satu, satu dan lain sebagainya, saking bingungnya menghadapi keragaman atau entahlah yang jelas sejarah juga tidak secara jujur mencatatkan nasionalisme yang diusung khalayak non terpelajar seperti perjuangan Partai Komunis Indonesia, yang berasal katanya dari SI merah, yang mengadakan perlawanan dengan serius juga terhadap penjajah pertama kali pada tahun 1926, bahkan pada tahun 1924 sudah beredar majalah 'Indonesia Merdeka" dan tahun 1925 pernah terdengar yang namanya 'Manifesto 1925' pada majalah 'Indonesia Merdeka' yang isinya:

  1. Rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih mereka sendiri;

devide et impera

Siapa yang tak kenal cara berpolitik 'devide et impera', meski sudah kuno barangkali metode politik ini bukanlah metode yang dibuat-buat atau sudah sewajarnya dan siapapun bisa melakukannya dalam konsepsi terkecilpun, tiada bedanya dengan cara-cara lempar batu sembunyi tangan atau hingga ada teriakan minta tolong dengan sesumbar 'becik ketitik olo ketoro', dan akhirnya manusia pun harus berusaha sendiri untuk membedakan 'mana pasir mana suwasa'. Begitu lengkap semua yang ada tinggal mau adopsi yang mana meski ada teori baru tentang konspirasi, atau 'rayuan susno duaji' juga banyak lagi semacam 'one shoot one kill' yang dilakukan oleh gayus, banyak pelakon panggung di sana yang memiliki kecerdasan tertentu tidak untuk disharingkan namun untuk mengelabui mengakali dan apapun namanya itu adalah pengatasnamaan atas upaya mempertahankan dan membangun kehidupan di ladang yang gersang karena ulah begajulan dan tidak terhormat sehingga memunculkan kreatifitas-kreatifitas negatif yang meskipun merugikan namun banyak juga penggemarnya

Halaman