Bencana, apalagi bencana alam, sangat sulit dihindari, diantisipasi bahkan diprediksi sekalipun sampai modyar cocote. Kesiapan untuk menghadapinya pun satu sama lain berbeda apalagi penyikapannya. Sikap arif, peduli dan saling berbagi adalah beberapa sikap yang harus ditumbuhkan. Bagaimanapun masyarakat yang tertimpa bencana adalah korban yang harus didukung untuk bisa bangkit kembali, terlepas dari banyak latar belakang dan permasalahan yang pernah ada. Memberikan motivasi, dukungan moril serta tips-tips ringan tepat guna adalah sesuatu yang sangat positif, disamping dukungan moral untuk kembali bangkit keluar dari penderitaannya.
Banyak sekali para cerdik cendekia, aktivis dan pengamat lingkungan baik yang ahli ataupun karena pendidikan dibidangnya adalah sumberdaya yang sangat berharga, belum lagi komunitas-komunitas siaga bencana yang sudah di tumbuhkan dari bawah oleh para pegiat disaster management ditambah dengan kearifan lokal masing-masing daerah. Kearifan-kearifan lokal memiliki cara dan metode untuk menentukan arah dan bangkit dari keterpurukan yang secara tidak langsung sudah terpancang dalam memori benak individual ketika belajar dari masyarakat dan lingkungan setempat, meski hal ini ada karena waktu bermukim yang sudah lama dan pada komunitas yang sudah establish selama beberapa waktu dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana lokal.