negeri begajul | the Suryaden

negeri begajul

Awal Ramadhan 1433 H

Seperti biasanya di Negeri Begajul ketika menentukan awal ramadhan selalu saja hiruk pikuk dengan teka-teki, kapan dan adu pendapat lagi tentang rukyat ataupun hisab. Menyenangkan memang melihat fragmentasi yang sudah dianggap dan dinaikkan derajatnya menjadi perbedaan. Kemudian bersembunyi di balik Bhinneka Tunggal Ika bahwa perbedaan adalah berkah. Pertanyaannya memang lucu juga, lantas berkah itu wujudnya seperti apa, dan mengapa harus di katakan sebagai berkah atau rahmat? Mengapa muncul pernyataan itu selain untuk mengayomi perbedaan dan ketika di masyarakat yang tak pernah mempersoalkan itu kecuali percaya pada pimpinan agama di wilayahnya saja, kapan dia memulai puasa maka orang banyak akan tak berpikir banyak, ikuti saja. Lantas mengapa berita perbedaan itu menjadi heboh untuk sementara, selain untuk hiburan, untuk apalagi.

Nyadran 2.0 #BloggerDemit di Desa Dawuhan Banyumas

BloggerDemit, bukan sekedar istilah yang ngawur untuk melakukan Nyadran 2.0 di Desa Dawuhan Banyumas. Desa yang menyimpan raga para pemimpin Banyumas lama. Blogger Demit yang Juga Blogger nDeso adalah bagian dari Gerakan Desa Membangun yang semangatnya makin berkobar untuk menjadikan desa sebagai tumpuan dan pusat perjuangan untuk perbaikan negeri begajul. Tidak mungkin membangun negara dan wilayah dengan baik jika melupakan komponen terbawahnya yaitu Desa, Komunitas Adat dan Keluarga, serta individu yang tergarap juga dalam lingkungan sosial terkecilnya. Kemajuan Teknologi Informasi tanpa diimbangi dengan penguatan kultur hanya akan membuat masyarakat tercerabut tanpa tahu arah dan lupa pada sangkan paraning dumadi, dan tentu saja tanah tempat kelahirannya sendiri, tanah tumpah darah.

Feature Leaders

Feature Leaders, bukan Future Leaders yang menjadi program sebuah CSR dari perusahaan telko di Negeri Begajul. Future Leaders hanyalah menciptakan manusia-manusia siap pakai untuk bertempur dan berkompetisi dalam dunia global tanpa adanya holistik dengan penyiapan sebagai pemimpin bangsa atau seorang negarawan. Berbeda dengan Feature Leaders yang sangat dibutuhkan (istilah sendiri - boleh protes) Negeri Begajul, dimana diperlukan seorang pemimpin atau banyak orang yang memiliki ciri-ciri struktural yang benar dan bisa berpikir waras tentang negerinya.

Negeri Jargon

1 Juni menjadi hari lahirnya Pancasila. Berawal dari diskusi tentang dasar negara pada tahun 1945. Pancasila menjadi dasar negara dan termaktub dalam pembukaan UUD 1945, konstitusi dasar negara ini. Tidak ada yang cacat dalam sila-sila Pancasila, semuanya sempurna dan sangat patut untuk disyukuri betapa para 'founding father' mampu menelorkan kalimat-kalimat yang sangat sakti dan memerlukan pemahaman yang sangat tinggi untuk dapat melakukannya secara sistem kekuasaan negara, meski tanpa belajarpun mungkin orang yang 'waras' pasti dapat melakukan apa yang di cita-citakan dalam kristal cipta karsa dari Pancasila itu sendiri secara naluriah.

Willybrodus Surendra Bawana Rendra tentang Indonesia

Willybrodus Surendra Bawana Rendra, penyair besar yang lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun. Rendra dikenal dengan banyak julukan misalnya Burung Merak dan banyak lagi. Iwan Fals pun menyanyikan lagu untuk Rendra yang syairnya mengatakan 'Si mata Elang dari Yogyakarta'. Sebagai seniman khususnya penyair Rendra memiliki perenungan dan riset tersendiri terhadap Indonesia. Bukan hal menarik lagi ketika berbicara politik saat ini memang, apalagi dengan banyaknya kasus video syur yang menimpa para anggota wakil rakyat, selain korupsi yang sudah tidak mengherankan lagi.

Agama dan Politik

Agama dan politik sangat berdekatan, jika tak bisa dibilang tidak terpsahkan baik secara strategi, pemikiran, anggapan atau apapun. Mengapa begitu, cara berpikir sederhananya adalah kekuasaan. Tuhan memberikan kuasa kepada Nabi untuk mengajar, nabi mengajar pada umat, umat menghormati nabi laksana raja. Maka dimanapun kekuasaan akan selalu berperang dengan agama atau nabi. Nabi menghadapi kekuasaan karena ketidakadilan, biasanya nabi menang dan para pengikutnya setelah nabi mereka wafat akan menjadi raja, baik raja besar maupun raja-raja kecil yang memiliki kuasa. Perpecahan akan dimulai dan sangat kentara setelah para nabi mereka wafat.

tools survive jebol firewall #SOPA dan #PIPA

Saat politisi memasuki dunia digital, pasti akan mendukung secara politik hal-hal yang menguntungkan partai dan kesenangannya. Sepanjang hal ini masih berlaku dan uang masih ada untuk membayari para politisi busuk tersebut maka demokratisasi pastilah akan terjerembab sebagaimana RUU #SOPA dan #PIPA di Amerika sana. Meski tak akan berpengaruh apabila negara yang lain pintar dan mendukung kesejahteraan warganya. Apakah negara Amerika itu sejahtera, mungkin itu hanya isapan jempol, datang sendiri dan buktikan banyaknya kere di sana yang tak terurus. Mending di negeri begajul, yang tanahnya bisa menghasilkan ketela dan kita tinggal merebusnya, pasti sebelum anda termakan isu lifestyle dan kebusukan arah dan kurikulum pendidikan.

Say NO to #SOPA and #Protect-IP

SOPA, Stop Online Privacy Act dan PIPA, Protect IP Act adalah dua rancangan undang-undang Amerika yang banyak ditentang. PIPA adalah undang-undang yang melarang pelanggaran hak cipta, dengan cara memblokir domin dan situs-situs web untuk dapat dikunjungi di Amerika. Juga berimplikasi pada mode pencarian, jika situs-situs yang melanggar hak cipta hingga melakukan perdagangan yang memakai jasa pembayaran online, harus dihilangkan dari hasil pencarian dan diblokir oleh situs penyedia layanan pembayaran melalui internet. Situs-situs yang melanggar tersebut pun tidak boleh mendapatkan jasa layanan iklan digital.

#OblongMerahMuda #XLaluCintaIndonesia #4thGlobbers Museum Brawijaya Malang Raya

Konten lokal Indonesia? Menjadi acuan yang penting untuk bertahan dalam konteks kebangsaan yang luas sebenarnya. Konten lokal adalah benteng terakhir keberadaan komunitas dengan hal-hal nyentrik yang tak di miliki komunitas lain. Mungkin. Sejauh mana orang di lokal bisa memandang wilayahnya sendiri, sejauh mana masyarakat bisa tercerabut dan terseret dalam kolaborasi yang mengeluarkannya dari kelokalan, sehingga bisa terlihat jelas. Mana yang lokal, mana yang personal branding atau mana yang lokalitasnya hilang.

Hak asasi manusia dalam pusaran politik transaksional

Buku baru terbitan ELSAM : Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat berjudul "Hak asasi manusia dalam pusaran politik transaksional : Penilaian terhadap kebijakan HAM dalam produk legislasi dan pengawasan DPR RI periode 2004-2009" ini berusaha memotret apa yang sudah dilakukan legislatif DPR hingga tahun 2009. Bukan hal mudah menjalani masa transisional justice yang sepenuhnya sepertinya akan gagal ini. Karena dari wacana dan pemahaman yang terstruktur dan tercipta pada partai-partai yang dimotori dan diuangi oleh para pelaku kekeliruan massal masa lalu di jaman rejim Presiden Soeharto, masih antipati dan memiliki thesis yang berbeda tentang Hak Asasi Manusia.

Halaman