katuranggan | the Suryaden

katuranggan

regulasi media komunikasi

Linguistik atau bahasa adalah ujung tombak berkomunikasi, di dalamnya bernaung banyak sekali arti dan makna. Agar dapat tercipta makna yang positif, nalar pikir budaya dan rasa bahasa yang indah tentunya harus bisa dipahami dua atau banyak pihak lainnya dalam keadaan yang setara atau interdependensi, yang mana berkaitan satu dengan lain. Bahasa juga dapat dijadikan banyak parameter seperti kedalaman imu, maksud itikad dan sebagainya selain kesantunan dan kerjasama bukan hanya menjadi simbol atau malah senjata untuk saling ancam atau menikam antara satu dengan lainnya.

Brainstorming

suryaden's brainstorming
brainstorming

bukan beraktualisasi namun mencoba memerdekakan diri untuk berupaya menyumbang sih pikir, sih prakarsa, sih ide, sih budi, sih pekerti, sih gegayutan dan bermacam sih lain, dan tentunya sir untuk menjadi cipta di kemudian pada saatnya.

ASEAN

Bahwa beberapa hari yang lalu telah terjadi yang namanya Media Workshop istimewa yang berthema 'Peran Media dalam Peningkatan Pemahaman Masyarakat mengenai ASEAN dan Kerjasama ASEAN dengan Mitra Wicara'. Sebagai sebuah Regional Workshop yang dimotori oleh Kementrian Luarnegeri Indonesia di sebuah hotel bernama Sheraton di Jogjakarta pada 27 Januari 2011 yang lalu. Diawali dengan sebuah SMS dari kanca blogger tagline mesra Kehangatan Sebuah Senyuman,

sun protection

Vitamin D produced by ultraviolet stimulus from the sun, it helps skin to produce vitamin D up to 1000 IUs per minute, not juts skin Vitamin D give more positif health effects for human body. This vitamin has regulatory roles in calcium metabolism, positif effects for nervous system function, bone growth and maintain for bone density. Vitamin D gives cell proliferation, insulin secretion, blood pressure and immunity. Lack of Ultraviolet radiation may caused little production for Vitamin D, but too much Ultraviolet radiation can cause a direct DNA damage, sunburn and skin cancer.

hantu pornografi online

Berinternet yang sehat ketika ada dalam pikiran saya saat masih berkecimpung dengan beberapa server warnet ataupun perusahaan dahulu kala adalah bagaimana menjaga agar komputer yang terkoneksi dengan jaringan ataupun internet sekaligus bisa awet dan memiliki performa yang bagus, saat itu memang lebih banyak memakai OS Microsoft Windows yang sangat peka dan lemah ketika terserang virus ataupun trojan yang memberatkan kinerja CPU dan jaringan, utamanya juga memperlambat koneksi ke internet.

Robot Bercinta

Bagaimana bisa percaya dengan pernyataan kesuksesan pendidikan di Negeri Begajul yang dipapar disini dimana dijelaskan disana bahwa meningkatnya partisipasi sekolah dasar dari 41 persen pada tahun 1968 menjadi 94 persen pada tahun 1996, sedangkan partisipasi sekolah tingkat SMP meningkat dari 62 persen tahun 1993 menjadi 80 persen tahun 2002 (Oey-Gardiner, 2003).

membumikan politik

Hirarki selalu saja ada dimanapun, bahkan birokrasi seakan sebuah tembok maha kuat yang tidak dapat ditembus selain dengan perjuangan dan rasa sakit. Entah apa yang diusung demokrasi, selain hanya menjadi alat dan acuan, sekalipun sistem yang dikerubungi ribuan polisi, tentara ataupun jaksa. Terbukti bisul-bisul kerajaan kecil menempel selalu baik sebagai akibat, proses maupun aktualisasinya. Partai atau apapun namanya entah mengusung penghapusan kelas sosial atau istilah lainnya pun mencipta kelas-kelas sosial baru, baik yang komunis ataupun yang bukan. Sama saja mereka tidak membumikan politik.

menuju 2011

Bukan hanya tahun 2010 seakan alam memberikan pendidikan spiritual ataupun pengetahuan yang baru akan gejala dan amuknya. Sudah barang tentu pemandangan-pemandangan indah yang bisa kita nikmati saat ini adalah bentuk pesta dan pentas akan alam yang mengubah dari ngarai menjadi bukit ataupun sebaliknya, juga sungai-sungai indah dengan lereng terjal yang mendampingi di sisi kiri maupun kanan sehingga membuat mata kita takjub akan keindahan alam. Betapa geliat dan pengaruh alam sangat dekat dengan kehidupan yang saat ini sudah berjarak dengan apa yang ada dalam pikiran kebanyakan dari kita.

merapi setelah itu....

Ngayogyokarto Hadiningrat, tentunya didirikan bukan untuk sebuah permainan kekuasaan tertentu saja. Perkembangan mengapa ada monarki, ada raja dan pemerintahan, bukanlah sebuah guyon dagelan untuk diperdebatkan dan didiskusikan, mungkin saja hal itu terjadi karena perjalanan yang sangat panjang melalui banyak liku. Bahkan mungkin pada zamannya dahulu sistem kemasyarakatan juga melalui proses demokrasi dalam memilih para pemimpinya secara naluriah hingga kemudian mentok dan mendapatkan sesuatu. Mengapa selalu dinamis tentunya tergantung pada siapa memanfaatkan siapa dan untuk apa, toh hirarki tetep ada dan selalu saja ada. Mereka yang berkuasa selalu saja dengan nalurinya akan mempertahankan dan menindas musuhnya. Hanya pemimpin sejati yang bisa memberikan apa yang dimilikinya untuk memenuhi tuntutannya sebagai pemimpin bukan dalam rangka melanggengkan kuasanya, karena kuasa hanyalah akibat dari percikan kebijaksanaan yang seharusnya, bagai sebuah mata air yang melegakan alam sekitarnya.

tanggap darurat dan peduli satwa

Gunung Merapi dalam pentasnya memberikan banyak pelajaran baru saat ini, dimana suara gemuruh keras, luncuran lava dan awan panas yang menerpa banyak saudara kita dan tempat tinggal ratusan orang yang selain dipenuhi debu juga bahkan ada yang hilang. Sangat lugas tanpa basa-basi bahkan mungkin selain dahulu ada second opinion dari Mbah Marijdan sang Samurai Jawi sebagai juru kunci Gunung Merapi, dan opini utama tentunya dari pemerintah dengan badan vulkanologinya. Namun sepeninggal beliau tentunya semua orang hanya terpaku pada badan vulkanologi dan instruksi dari badan-badan milik pemerintah yang memiliki otoritas dibidangnya.

Terlepas dari itu semua, ada pengalaman menarik yaitu berkenalan dengan sebuah organisasi penyelamat satwa yaitu pro fauna yang berusaha untuk membantu para peternak mengevakuasi ternaknya untuk bisa di pelihara dan diamankan di shelter-shelter sementara yang berada di kawasan aman. Bisa merasakan betapa hubungan antara pemilik sapi dengan sapinya, betapa menderitanya sapi dan binatang ternak lainnya karena musibah bencana. Karena bagaimanapun binatang ternak ternyata tidak memiliki insting dan kemampuan survival yang sama dengan binatang non ternak atau yang masih liar berada di hutan lereng gunung Merapi.

Profauna

Halaman