ageman | the Suryaden

ageman

Google juga peringati Hari Anak Nasional 2009

Bahkan dari terorisnya sendiri mungkin hanya menggunakan bom bajakan saya kira karena daya ledaknya yang maaf kurang jelas tersebut. Atau memang negeri begajul ini dipenuhi dengan barang bajakan meskipun impor juga seperti kabar blekberi yang sayup-sayup terdengar kicauan blogger ekslusiflah eh maaf lagi tentang beredarnya blekberi dari blek market yang membuat kebakaran jenggot orang-orang yang sebenarnya mendapatkan profit dari hal itu. Dasar pembajak teriak pembajak, maling teriak maling, copet teriak copet. Wah memang sulit hidup di tempat banyak orang yang bisa berakting bak sutradara cengeng yang suka mengadu domba aktornya, emang aktornya domba semua, kalo gitu sutradara, dan penulis naskahnya wedhus juga dong meski memiliki hati.

rejim orde wacana citra diri

Banyak bijak bestari yang mengatakan bahwa negeri begajul baru akan mendapatkan pemimpin yang ideal serta dapat memerintah dengan baik membawa rakyatnya menuju kesejahteraan yang benar-benar sejahtera adanya sekitar 10 kali pemilihan presiden lagi. Lama memang meskipun saat ini juga sebenarnya semua orang berhak mengatakan siapa pemimpin terbaiknya. Semua memang memiliki hak yang sama baik untuk memilih maupun untuk tidak memilih, tak ada keharusan dan kewajiban untuk kesusu atau berimajinasi tentang siapa pimpinan yang mumpuni atau barangkali semuanya yang baik dan ideal sudah terlalu jauh lepas, copot dari nurani hati kita yang paling dalam, atau dengan sengaja kita pernah menghapusnya sendiri, dengan ideal dan topografi otak yang sudah demikian absurdnya menghadapi kenyataan, bahkan yang sudah dijanjikan sekalipun.

Install atau Upgrade ke Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope

Terinspirasi dari teman yang menginstall Ubuntu Studio 9.04 Jaunty Jackalope, berhasil namun tidak bisa menggunakan mobile broadband sebagai koneksi internetnya. Saya tidak percaya dan kemudian menginstal sendiri di desktop di rumah, dan ternyata memang begitulah hasilnya tidak ada alokasi untuk mobile broadband sehingga kalang kabut untuk update sementara tidak ada koneksi melalui kabel LAN atau modem biasa dial up yang sudah ketinggalan jaman itu, ada beberapa di rumah tapi sudah rusak dengan sendirinya karena memang tidak kepakai, dan menjadi tempat peraduan tikus dan laba-laba serta debu yang datang tiada tara. Itulah anarkhisme semprul yang juga saya praktekkan sehari-hari pada perlatan elektronik yang perkembangannya bikin sembelit ketika pagi hari.

Katanya Syariah Islam

Namun setelah dipikir-pikir banyaknya jeratan dan peraturan tersebut bukan hanya untuk memerangi kejahatan namun dibalik itu ada usaha untuk mempertahankan kekuasaan, semisal dengan TAP MPRS No 25 tahun 1966, tentang pelarangan komunisme atau organisasi yang bahkan sampai sekarang mungkin masih bisa digunakan untuk menjerat seseorang. Atau perda-perda syariah yang bermunculan menambah rasa heran saja bukankah yang berhak memiliki perda itu hanyalah Nanggroe Aceh Darusalam saja, namun ternyatan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah dan UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, membuat celah untuk terjadinya hal tersebut, bisa dibayangkan animo untuk mengubah perilaku diri pribadi, dengan social enggineering yang mengarah pada partai atau agama tertentu

Persetan Neoliberalisme

Pembunuhan karakter adalah hal terkeji untuk mengalahkan saingan dalam berkontes atau berkompetisi, namun adalah juga cara termudah karena budaya lisan yang masih berjalan dan jamak dipakai disini. Kadang orang hanya dengan "pasal jarene"(kabar angin, isyu, gosip, kabar manuk eh burung), sudah bisa diyakinkan dan berani bekoar-koar ke tetangga ataupun teman-temannya tentang suatu kebenaran tentang si fulan. Begitulah jamaknya, mungkinkah ini adalah peninggalan jaman penjajahan, peninggalan jaman kegelapan, peninggalan jaman kerajaan ataukah peninggalan komunisme, atau pula peninggalan sistem pendidikan dan sistem penakut-nakutan pada jaman orde baru. Entah juga karena asupan nutrisi seadanya yang mengerak di otak-otak para pembaca koran atau radio atau penonton televisi ataukah karena pelajaran metodologi penelitian yang hanya mengerak menjadi pemutih gigi yang kemudian menjadi kuning dan menjadi ompong.

Merajut Akar-Akar Kebangsaan Indonesia

Judul diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa kebangsaan kita bukanlah sesuatu yang bersifat bulat dan tetap. Kita lihat umpamanya, bahwa pada abad ke-6 masehi kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan telah di datangi oleh Fahien, yang menyebarkan agama Budha di daerah Sriwijaya. Ketika kemudian Sriwijaya mengirimkan orang-orang Budha ke pulau Jawa pada abad ke-8 maka mereka mendarat di pelabuhan Pekalongan dan meneruskan perjalanan ke Selatan melalui Keras, Kajen dan sebagainya. Mereka mendaki gunung Dieng, dan mendapati kerajaan Kalingga yang beragama Hindu. Kerajaan Kalingga itu dibiarkan saja mengikuti agama Hindu, dikawasan yang sekarang bernama kabupaten Wonosobo. Orang-orang Budha itu melanjutkan perjalanan melalui Kabupaten Magelang, dan mendirikan Candi Borobudur yang beragama Budha. Sebagian dari orang-orang Sriwijaya itu melanjutkan perjalanan ke daerah Yogyakarta. Di sana mereka mendirikan kerajaan Kalingga, tapi beragama Budha.

Ekonomi Kerakyatan

Menjadi orang miskin adalah sebuah kesalahan dan dosa besar, tidak ada tuntunan agama apapun yang mengajak untuk miskin, karena jelas tidak bisa bersedekah, menunaikan ibadah dengan khusyuk, dan lain sebagainya. Mungkin itu benar dan memberikan semangat untuk berlomba-lomba menjadi kaya melalui bermacam usaha yang sebisanya dilakukan. Namun ternyata menjadi kaya juga sebuah persoalan besar untuk dapat dicapai karena maraknya persaingan usaha hingga jegal-menjegal dalam peraturan tata kota maupun menjadi seseorang yang bisa mengakses perbankan. Sementara untuk bisa mengakses bank haruslah memiliki barang yang bisa dijaminkan, dengan prediksi harga jual yang semau bank, sekaligus character assasination karena jelata, melarat, miskin sehingga tidak pantas pinjam ke bank.

Halaman